Wednesday, 4 Jumadil Akhir 1441 / 29 January 2020

Wednesday, 4 Jumadil Akhir 1441 / 29 January 2020

Usai COP 21, Apa yang akan Dilakukan Indonesia?

Rabu 02 Dec 2015 21:50 WIB

Rep: Halimatus Sa'diyah/ Red: Djibril Muhammad

   Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya (kanan) mengikuti rapat kerja bersama Komisi IV DPR yang digelar di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (29/10).  (Republika/Raisan Al Farisi)

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya (kanan) mengikuti rapat kerja bersama Komisi IV DPR yang digelar di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (29/10). (Republika/Raisan Al Farisi)

Rehabilitasi Lahan dan Payung Hukum Baru

Di samping itu, ia menyebut program rehabilitasi lahan yang telah rusak juga menjadi aksi penting dalam mencegah perubahan iklim. Hutan yang telah gundul atau hangus terbakar harus segera ditanami kembali. "Lahan yang kritis harus segera direhabilitasi," katanya.

Siti mengungkapkan, ada 116 ribu hektare lahan kritis di Kalimantan Selatan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 110 hektare lahan telah ditanami pepohonan kembali.

Pemerintah saat ini juga tengah menyiapkan payung hukum baru di bidang lingkungan, yakni Peraturan Pemerintah (PP) tentang pengendalian lingkungan dari kerusakan hutan dan lahan serta Perpres tentang Badan Restorasi Ekosistem Gambut. Keduanya, menurut Siti, masih dalam proses pematangan di Bappenas.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA