Selasa 08 Dec 2015 08:56 WIB

Trump Minta Tutup Akses Masuk Muslim ke AS

Rep: amri amrullah/ Red: Ani Nursalikah
Capres Amerika Serikat dari Partai Republik Donald Trump.
Foto: Reuters
Capres Amerika Serikat dari Partai Republik Donald Trump.

REPUBLIKA.CO.ID, NEWARK -- Kandidat calon Presiden AS dari Partai Republik, Donald Trump kembali membuat usulan yang kontroversial bagi umat Islam di AS. Senin (7/12), Trump mengusulkan untuk menutup total semua akses masuk AS untuk semua Muslim.

Larangan yang diusulkan Trump tersebut berlaku untuk imigran hingga Muslim yang hanya ingin berkunjung ke AS. Ide Trump tersebut dikaitkan dengan meningkatnya ancaman teror dan meningkatnya kebencian muslim terhadap AS.

(Baca: Gedung Putih Tolak Kampanye Anti-Muslim Trump)

"Larangan ini sampai kita dapat memahami masalah dan ancaman bahaya yang ada. Negara kita tidak bisa menjadi korban serangan mengerikan oleh orang-orang yang hanya percaya jihad  tapi tidak menghormati kehidupan manusia," kata Trump dilansir dari Associated Press.

Ketua tim kampanye Trump, Corey Lewandowski mengatakan usulan Trump itu berlaku bagi seluruh Muslim yang mencari visa imigrasi serta wisatawan yang akan masuk ke AS. Namun, beberapa pesaing Trump dari Partai Republik menolak usulan tersebut, dan menyebut provokasi Trump itu disampaikan karena ketidakpahamannya.

"Donald Trump tidak waras, dan usulannya itu bukanlah hal yang serius," kata kandidat calon Presiden AS dari Partai Republik lain, Jeb Bush.

Ajudan Senior Presiden AS Barack Obama di Gedung Putih, Ben Rhodes telah menolak kampanye larangan Muslim menjadi bagian dari kehidupan masyarakat AS. Rhodes menilai kampanye Trump tersebut benar-benar bertentangan dengan nilai-nilai yang dianut warga Amerika.

Baca juga:

Kepala Babi Dibuang di Toilet Dekat Mushala Universitas Western Australia

ISIS Mengaku Bunuh Gubernur Aden

 

sumber : AP
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement