Kamis, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 Desember 2019

Kamis, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 Desember 2019

Arab Saudi Coba Gagalkan KTT Perubahan Iklim Paris?

Rabu 09 Des 2015 08:50 WIB

Red: Nur Aini

Seorang warga membawa bendera Arab Saudi (Ilustrasi)

Seorang warga membawa bendera Arab Saudi (Ilustrasi)

Foto: REUTERS

REPUBLIKA.CO.ID, PARIS -- Delegasi dan kelompok penekan menuding Arab Saudi yang merupakan negara penghasil minyak terbesar di dunia mencoba menggagalkan kesepakatan soal perubahan iklim yang dilakukan di Paris, Prancis. Usaha itu dilakukan untuk mengamankan posisi Arab Saudi sebagai penghasil minyak.

Negosiator negara-negara berkembang serta kelompok penekan mengeluhkan Arab Saudi semakin menjauh dari kesepakatan. "Mereka terlihat untuk menggagalkan. Dunia berubah dan itu membuat mereka gelisah," ujar Direktur Climate Action Network dilansir the Guardian, Rabu (9/12)

Pengamat mengatakan, pembahasan dalam negosiasi tersebut terkait masa depan yang sebagian besar bergantung pada sumber energi fosil. "Apa pun yang akan meningkatkan ambisi atau meningkatkan transisi energi merupakan hal yang mereka halangi," ujar Hmaidan.

Arab Saudi belum memberikan komentar terkait tuduhan tersebut.

Sebelum disalip AS, Arab Saudi merupakan produsen minyak terbesar di dunia dan saat ini berada di peringkat 10 negara pencemar terburuk berdasarkan Enerdata.

Namun, Arab Saudi telah memainkan perannya di KTT iklim tahunan lewat Dewan Kerja Sama Teluk dan selama bertahun-tahun dituduh menghalangi upaya pengurangan dampak perubahan iklim.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA