Kamis 24 Dec 2015 13:46 WIB

Merasa Terancam, Penentang Putin Ingin Tinggal di London

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Teguh Firmansyah
Presiden Rusia, Vladimir Putin
Foto: Reuters
Presiden Rusia, Vladimir Putin

REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW -- Mikhail Khodorkovsky, kritikus keras Presiden Rusia Vladimir Putin, mengatakan ia sedang mempertimbangkan mengajukan permohonan suaka politik di Inggris. Ia merasa aman di London.

Salah satu orang terkaya Rusia dan mantan kepala perusahaan minyak Yukos tersebut berbicara dalam wawancara BBC setelah pengadilan Rusia menyatakan dia di bawah tahanan in absentia terkait pembunuhan seorang wali kota Siberia pada 1990-an.

"Pasti saya sedang mempertimbangkan meminta suaka di Inggris. Putin melihat saya itu jelas sekarang sebagai ancaman serius,’’ katanya seperti dikutip laman BBC, Kamis (24/12).

BBC bertanya pada Khodorkovsky apakah ia merasa terancam mengingat pembunuhan lawan politik Putin dalam beberapa tahun terakhir. Di antara mereka adalah mantan agen rahasia Alexander Litvinenko yang diracun dengan polonium radioaktif di sebuah hotel di London pada tahun 2006.

"Sejarah kematian penentang rezim ini sangat mengesankan dan saya berada di penjara selama 10 tahun, saya bisa saja terbunuh setiap hari dengan mudah. Di London saya merasa jauh lebih aman," katanya.

Khodorkovsky dituduh memerintahkan beberapa karyawannya untuk membunuh kedua wali kota dan seorang pengusaha. Penyidik menduga wali kota Nefteyugansk Vladimir Petukhov dibunuh pada 26 Juni1998 untuk menuntut perusahaan minyak Khodorkovsky, Yukos, karena perusahaan diduga telah menghindari membayar pajak.

Setelah Khodorkovsky ditangkap pada 2003, Yukos rusak dan diambil alih oleh perusahaan minyak negara. Polisi bersenjata menyerbu kantor gerakan pro-demokrasi Khodorkovsky. Pihak berwenang mengatakan itu terkait dengan dugaan penggelapan pajak. setidaknya tujuh aktivis yang bekerja untuk Khodorkovsky juga dicari.

Tahun lalu pengadilan arbitrase internasional di Den Haag mengatakan para pejabat Rusia telah memanipulasi sistem hukum untuk membangkrutkan Yukos, dan memenjarakan Mikhail Khodorkovsky.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement