Ahad 27 Dec 2015 07:30 WIB
Catatan Akhir Tahun Internasional

Catatan Akhir Tahun, Pertaruhan Rusia di Tanah Suriah

Vladimir Putin
Foto: REUTERS/Alexei Nikolsky
Vladimir Putin

REPUBLIKA.CO.ID,  Pertempuran di Suriah memasuki babak baru pada 2015. Rezim Presiden Bashar al-Assad mendapatkan angin segar menyusul terlibatnya Rusia dalam pertempuran.

Rusia  memang tak secara spesifik menyatakan kehadirannya bertujuan untuk mempertahankan Assad.  Mereka hanya mengungkapkan keterlibatannya dalam operasi milier di tanah Suriah adalah untuk menghancurkan pemberontak Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Keterlibatan Moskow langsung menggeser peta pertempuran. Assad yang sudah terdesak kini perlahan mulai bangkit dan berani melancarkan serangan ofensif dengan bantuan serangan udara Rusia.  Di lapangan pertempuran, Assad juga mendapat dukungan dari sekutu dekatnya yang lain yakni Iran dan kelompok bersenjata Syiah Hizbullah.

Rusia yang secara resmi mengumumkan keterlibatannya pada akhir September lalu sudah berteman dengan rezim Assad cukup lama.  Hubungan Moskow dan Damaskus semakin dalam setelah ayah Bashar al-Assad, Hafez al-Assad menjalin aliansi militer strategis dengan Uni Soviet.

Suriah mengizinkan Rusia membangun pangkalan di negara mereka. Tak hanya itu, Damaskus juga menjadi salah satu pembeli utama senjata-senjata buatan Rusia.

Bagi Presiden Rusia Vladimir Putin, pertempuran di Suriah, bukan sekedar mendukung pemerintahan yang sah. Jauh dari itu, pertarungan di sana merupakan pertaruhan gengsi Rusia sebagai salah satu negara besar.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement