REPUBLIKA.CO.ID, STOCKHOLM -- Denmark melakukan pengetatan pengawasan sementara di sepanjang perbatasan dengan Jerman. Kebijakan yang diterapkan Denmark hanya beberapa jam setelah Swedia mengambil langkah-langkah serupa untuk memeriksa aliran pengungsi.
Swedia mulai memeriksa dokumen wisatawan dari Denmark pada Senin (4/1) yang merupakan pertama kalinya dalam setengah abad. Pemeriksaan menyebabkan penundaan kereta dan frustrasi di antara para pelancong.
Mereka yang tidak memiliki dokumen identitas yang resmi ditolak untuk naik bus, kereta api, dan feri menuju Swedia. Tetapi mobil dibebaskan dari pemeriksaan ini.
Kontrol identitas ini tampaknya memiliki efek langsung. Juru bicara polisi Swedia Ewa-Gun Westford, mengatakan, sangat sedikit pencari suaka telah tiba dengan kereta api di jembatan Oresund antara Denmark dan Swedia. Pada puncak krisis pengungsi beberapa bulan lalu, lebih dari 1.000 pencari suaka menyeberangi jembatan.
Profesor ilmu politik di Universitas Linkoping Peo Hansen memperingatkan bahwa kontrol identitas dapat menyebabkan pengungsi memilih rute yang lebih berbahaya untuk mencapai Swedia.
"Kita bisa melihat pergeseran ke arah pengungsi perahu melintasi selat Oresund," katanya kepada Al Jazirah, Selasa (5/1).