Sabtu 16 Jan 2016 19:26 WIB

Taiwan Gelar Pemilihan Presiden

Rep: Gita Amanda/ Red: Djibril Muhammad
Taiwan
Foto: [ist]
Taiwan

REPUBLIKA.CO.ID, TAIPE -- Pemilihan presiden Taiwan tengah digelar. Dalam jajak pendapat menunjukkan rakyat Taiwan akan memilih Presiden perempuan pertama dalam sejarah. Hal ini secara dinamis kemungkinan akan mengubah arah hubungan dengan Cina.

Dilansir Aljazirah, Sabtu (16/1), pemilih gelisah mengenai memanasnya hubungan dengan Beijing. Terlebih perekonomian yang mandek membawa frustasi. Apalagi, pakta perdagangan yang ditandatangani dengan Cina telah gagal memberi manfaat bagi warga Taiwan.

Sementara itu, pemimpin Democratic Progressive Party (DPP) Tsai Ing Wen kini unggul. Ia memimpin dari saingannya dari partai Kuomintang (KMT) Eric Chu dalam jajak pendapat.

Jajak pendapat parlemen juga dilakukan dan jika DPP menang maka akan memperkuat langkah Tsai. Hasil pemilu akan keluar sekitar pukul 18.00 waktu setempat.

Tsai berjalan hati-hari pada strategi Cinanya. Ia mengatakan ingin mempertahankan status quo dengan Beijing. Namun DPP secara tradisional merupakan partai pro-kemerdekaan dan oposisi mengatakan, Tsai akan mendestabilkan hubungan.

Setelah puluhan tahun bermusuhan, Presiden Ma Ying-jeou dari KMT telah melakukan pendekatan dramatis dengan Cina sejak ia berkuasa pada 2008.

Beijing selama ini telah memperingatkan tak akan berurusan dengan pemimpin Taiwan yang tak mengakui prinsip 'satu Cina'. Ini merupakan bagian dari persetujuan sembunyi-sembunyi antara Beijing dan tentara KMT yang dikenal sebagai Konsensus 1992. DPP tak pernah mengakui konsensus itu.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement