Selasa, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Selasa, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Lebih dari 50 Ribu Penumpang Terlantar di Stasiun Kereta Cina

Rabu 03 Feb 2016 07:59 WIB

Red: Andi Nur Aminah

 Antrean warga menunggu akibat badai salju (ilustrasi)

Antrean warga menunggu akibat badai salju (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, GUANGZHOU -- Lebih dari 50 ribu penumpang terlantar di Stasiun Kereta Guangzhou Selasa (2/2). Penyebabnya, salju yang turun di provinsi di bagian timur dan tengah negeri itu mengakibatkan 27 rangkaian kereta harus ditunda keberangkatannya. 

Juru bicara perusahaan kereta di negeri itu menyebutkan dalam kasus paling parah, kereta yang berangkat dari Guangzhou dan Shenzhen terlambat hampir enam jam. Sebanyak 175 ribu penumpang dijadwalkan melakukan perjalanan dengan naik kereta di Guangzhou pada Selasa. Stasiun kereta dipenuhi penumpang dan selama jam paling padat penumpang, orang menunggu dalam barisan panjang selama tiga jam sebelum mereka bisa memasuki gedung stasiun.

Untuk mengurai calon penumpang yang berkumpul, pemerintah lokal telah memerintahkan bus dan kereta bawah tanah untuk melewati perhentian yang terdekat dengan stasiun kereta, sehingga penumpang perlu berjalan selama 30 menit ke stasiun.

Chen Jianping, Juru Bicara Guangzhou Railway Group Corp, mengatakan banyak kereta telah dialihkan dari Nanchang dan Nanning. Mereka berencana mengoperasikan empat rangkaian kereta tambahan ke Provinsi Hunan di Cina Tengah, tujuan utama penumpang yang terdampar.

Biro keamanan masyarakat kota praja telah mengerahkan 6.200 polisi untuk membantu menjaga keamanan dan ketenangan di stasiun kereta itu.

Salju yang mengguyur banyak provinsi di bagian tengah, timur dan selatan Cina sejak Ahad (31/1), mengganggu perjalanan masa sibuk yang melibatkan jutaan orang yang ingin pulang ke kampung halaman mereka untuk merayakan Malam Tahun Baru Imlek  pada 7 Februari nanti.  Chen mengatakan aliran penumpang akan kembali normal dalam dua sampai tiga hari, ketika salju diperkirakan berhenti.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA