REPUBLIKA.CO.ID, MOGADISHU -- Sedikitnya 20 gerilyawan Ash-Shabaab tewas dan beberapa orang lagi cedera oleh pasukan Puntland dalam pertempuran sengit di Wilayah Nugal di Somalia Utara pada Rabu (16/3).
Menteri Penerangan Puntland Mohamud Hassan mengatakan dua prajurit Puntland cedera selama pertempuran dengan gerilyawan yang menyerbu wilayah tersebut pada Rabu pagi.
"Kami mengadapai pertempuran sengit dengan kelompok teror Ash-Shabaab di kedua wilayah itu. Pasukan pertahanan kami memerangi mereka dan telah menewaskan 20 gerilyawan. Sebagian bersembunyi, tapi kami akan mengakhiri pertempuran yang berkecamuk dalam waktu 72 jam," kata Hassan dilansir dari Xinhua Kamis (17/3).
Dia juga menambahkan, dirinya menyeru para pemimpin Ash-Shabaab dan generasi muda yang telah terperdaya sehingga bergabung dengan kelompok itu.
"Agar menyerahkan diri kepada pasukan kami. Kami akan memberi mereka pengampunan," tambah Hassan.
Gerilyawan merebut Kota Pelabuhan Garaad sebelum mereka dikalahkan oleh pasukan Puntland. Sebanyak 200 gerilyawan tiba di Garaad dengan naik perahu dan segera merebut kota kecil tersebut sebelum memutus saluran komunikasi.
Gubernur Wilayah Nugal di Negara Bagian Puntland Omar Abdullahi Faraweyne mengatakan kepada wartawan pasukan Puntland akhirnya akan mengalahkan pelaku teror.
"Pasukan Keamanan dan Pertahanan Puntland membalas serangan oleh sekelompok anggota Ash-Shabaab yang menyerbu Daerah Garmal dan Suuj di Kabupaten Dangoroyo di Wilayah Nugal. Kami tentu saja akan mengalahkan pelaku teror," kata Fawaweyne.
Namun, kelompok gerilyawan Al-Qaida mengatakan pasukan mereka bergerak maju dan memperluas daerah baru di Negara Bagian Puntland di Somalia Utara, setelah ratusan petempur mereka mencapai daerah pantai dengan naik perahu pada Ahad (13/3).
Perkembangan tersebut terjadi setelah Dinas Keamanan dan Intelijen Nasional (NISA) pada Selasa mengatakan keamanan pelabuhan nasional diperketat setelah keterangan diperoleh bahwa kelompok pelaku teror berencana melancarkan serangan terhadap pelabuhan lokal di Somalia.
NISA menyatakan gerilyawan yang terlihat di Garacad diperkirakan berjumlah 200 petempur dan mereka berencana melancarkan serangan terhadap semua pelabuhan di negeri itu.