Ahad 20 Mar 2016 05:30 WIB

Sejarah Hari Ini: Wabah Black Death Menyapu Eropa

Rep: Gita Amanda/ Red: Ani Nursalikah
Tikus membawa penyakit leptospirosis
Tikus membawa penyakit leptospirosis

REPUBLIKA.CO.ID, Para ahli di Universitas Paris percaya, Black Death dimulai pada hari ini 20 Maret 1345, dari apa yang mereka sebut konjungsi tiga planet Saturnus, Jupiter dan Mars di tingkat 40 derajat dari Aquarius.

Black Death, juga dikenal sebagai wabah yang menyapu seluruh Eropa, Timur Tengah dan Asia selama abad ke-14, menyebabkan sekitar 25 juta kematian.

Meskipun para ahli telah menyatakan klaimnya, sekarang diketahui penyakit pes, penyakit yang paling umum dikenal sebagai Black Death, disebabkan oleh bakteri Yersinia pestis. Wabah disebarkan oleh kutu yang biasanya ada di tikus, tapi melompat ke mamalia lain ketika tikus mati.

Wabah ini kemungkinan besar pertama kali muncul pada manusia di Mongolia sekitar 1320. Biasanya, orang-orang yang menderita wabah pertama mengeluh sakit kepala, demam dan menggigil.

Lidah mereka sering muncul warna keputihan sebelum ada pembengkakan parah dari kelenjar getah bening. Akhirnya, akan muncul bintik-bintik hitam dan ungu pada kulit penderita sebelum kematian dalam waktu sepekan.

Dilansir History.com, dalam satu insiden terkenal dikisahkan kelompok Turki, Tatar, yang berperang dengan Italia terjebak wabah itu. Kabarnya, mereka mulai melempar mayat ke musuh mereka yang melarikan diri kembali ke Italia dengan membawa penyakit.

Kisah itu kemungkinan tidak benar sebab dipastikan tikuslah yang membawa wabah dari Asia dan Timur Tengah ke Eropa. Di kota-kota pelabuhan, Black Death mulai menyerang. Di Venesia, 100 ribu orang meninggal secara total dengan sebanyak 600 orang meninggal setiap hari saat puncak wabah.

Pada 1347, penyakit ini melanda Prancis menyebabkan sekitar 50 ribu orang tewas. Tahun berikutnya, Inggris menjadi korban. Wabah muncul secara berkala sampai 1700-an, tetapi tidak pernah lagi mencapai proporsi epidemi setelah abad ke-14.

Selanjutnya: Lahirnya Partai Republik di AS

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement