Senin, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Senin, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Dubes RI untuk Suriah Angkat Bicara Soal Assad dan Suriah

Senin 21 Mar 2016 05:00 WIB

Red: Nasih Nasrullah

Duta Besar RI untuk Suriah Djoko Harjanto (kanan).

Seorang wartawan perempuan berlari bersama pemberontak menghindari penembak jitu di Aleppo, Suriah.

Foto:

Jangan Seret Konflik Suriah ke Indonesia

Seperti apa prospek demokrasi saat ini dan ke depan di Suriah
Demokrasi yang diterapkan di sana kan masih demokrasi dalam pertumbuhan. HAM tahu sendiri lah kayak apa juga di sana, tapi kita harus hormati. Apa yang saya sampaikan Indonesia dukung solusi politik, Indonesia mengehendaki mengalirnya bantuan kemanusiaan, secara damai, diplomatis dan juga keterlibatan negara besar. Kalau hanya mengandalkan konstelasi dalam negeri mereka, sementara negara-negara besar masih mengacau, ya tidak selesai juga.

Bagaimana upaya internasional untuk membantu penyelesaian damai konflik Suriah?
Nah, sekarang ini masa genjatan senjata, akan dilanjutkan perundingan damai. Karena perundingan itu melibatkan banyak negara, AS, Turki, negara Arab Qatar, dibantu oleh jihadis dari 80 negara, bagaimana bisa menyelesaikan.

Ini krisis terburuk di dunia sejak kita lahir. Mudah-mudahan bisa selesai. Dan satu lagi, penyelesaian politik dan perdamaian itu, pemerintahannya harus ditentukan oleh rakyat Suriah itu sendiri. Itu yang harus kita hormati. Bukan Indonesia atau AS yang menghendaki.

Lalu di manakah posisi Indonesia untuk mendorong perundingan damai itu?
Kalau kita sebagai negara damai, ketika diminta, kita akan ikut selama kita diundang. Kita tidak ada kepentingan, kita tidak mendukung salah satu faksi, tidak mendukung A dan B. Kita hanya ingin diplomasi itu harus diawali dengan saling membangun kepercayaan, confidence building measures. Kemudian conflict resolution kalau ada konflik yang diselesaikan secara damai, perkara susah yang kita coba selesaikan, itu selangkah lebih maju.

Daripada rententan bom, kita di sana ya takut dan khawatir, kantor kita pernah ditarget. Tak sedikit kantor kedubes juga yang kena sasaran, tapi karena pemerintah Suriah memproteksi dan rakyatnya ramah. Dan ketiga, negeri Syam ditegaskan dalam Alquran sebagai negeri yang diberkahi, itu faktanya sampai sekarang.

Ada gejala menyeret konflik Suriah ke Indonesia, apa imbauan Anda?

Misi saya ingin didengar, apa yang saya lihat di sana, agar rakyat kita melihat jernih. Bagi saya, yang terpenting Indonesia harus bersatu, jangan ikut-ikutan pertumpahan darah, jangan suka mandi darah bangsanya sendiri.

Silakan berdebat sampai berbusa, tapi jangan sampai membunuh. Jangan mudah dihasut, Jangan gampang menerima siaran yang tidak benar, atau memanfaatkan situasi di Suriah untuk kisruh di sini.
     

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA