Selasa 12 Apr 2016 09:53 WIB

Miliki Rambut Gimbal, Karyawan Ini di Bully

Rep: Fira Nursya'bani/ Red: Andi Nur Aminah
Cree Ballah, perempuan pemilik rambut gimbal
Foto: Independent
Cree Ballah, perempuan pemilik rambut gimbal

REPUBLIKA.CO.ID, TORONTO -- Baru dua hari bekerja di toko Zara cabang Toronto, Cree Ballah (20), sudah ingin mengundurkan diri. Ballah ingin mengajukan pengaduan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) setelah dua manajer di toko tersebut membully dirinya karena memiliki rambut gimbal. 

Saat mendapatkan pekerjaan di Zara pada Maret lalu, Ballah mengatakan sebagai karyawan ia diberitahu agar tidak memiliki warna rambut yang terlalu terang. Ia lalu menghilangkan sedikit warna abu-abu dan mengepang rapi rambut gimbalnya sebelum mulai bekerja.

Ballah yang merupakan keturunan ras campuran memiliki sepuluh kepang kecil di rambutnya dan mengepangnya lagi menjadi dua bagian. Namun, seketika seorang manager menariknya ke samping toko dan mengatakan model rambut Ballah terlalu ekstrem dan tidak pantas dimiliki karyawan Zara.

"Ia meyakinkan saya bahwa dia tidak mencoba menyinggung perasaan saya, tapi toko menginginkan karyawannya terlihat bersih. Katanya, bersih berarti memiliki rambut yang natural," ujar Ballah, dilansir Independent.

Ballah kemudian menunjukkan pada sang manajer, rambutnya adalah rambut alami. Bahkan karyawan lain ada yang menggunakan hair ekstension dan pewarna rambut, yang telah jelas melanggar aturan. Lalu manajer kedua menuturkan, kesalahan ada pada gaya rambut Ballah.

Merasa terhina dan malu oleh dua manajer tersebut, Ballah menangis. Ia merasa didiskriminasi karena jenis rambutnya adalah bawaan dari ras yang ia miliki.  "Jenis rambut seperti ini bukan keinginan saya. Saya sudah menatanya serapi mungkin, tapi tetap tidak sesuai dengan standar Zara," jelas Ballah.

Dalam keterangan tertulis pada media Kanada, Zara mengatakan tidak ada kebijakan khusus mengenai gaya rambut karyawan. Zara hanya berharap semua karyawan bisa berpenampilan profesional dalam melayani pelanggan.

Pihak Zara menolak berkomentar mengenai kasus Ballah. Namun, perusahaan yang bergerak di bidang fashion dan asesoris itu mengaku telah menemui Ballah.

Melakukan mediasi saja tidak cukup bagi Ballah. Menurutnya, Zara harus menjelaskan peraturan yang jelas agar tidak lagi terjadi diskriminasi. "Peraturannya tidak jelas. Rambut saya yang alami menjadi masalah, sedangkan mereka yang rambutnya di cat biru tidak dipermasalahkan," ungkap dia.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement