REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Cina akan meluncurkan modul inti pangkalan luar angkasanya pada 2018, kata pejabat tinggi kepada Xinhua pada Kamis (21/4), sebagai bagian rencana mengelola pangkalan antariksa berawak pada 2022.
Memajukan program luar angkasa Cina adalah prioritas bagi Beijing, dengan Presiden Xi Jinping meminta negaranya mengembangkan kekuatan di luar angkasa. Cina bersikeras program luar angkasanya untuk perdamaian, namun Departemen Pertahanan Amerika Serikat menyorot pertumbuhan kemampuan luar angkasanya.
AS mengatakan negara itu melakukan kegiatan mencegah lawan menggunakan sejumlah aset luar angkasa saat terjadi sengketa. Modul inti pangkalan luar angkasa itu akan disebut Tianhe-1 atau galaksi Bima Sakti dalam bahasa Mandarin, kata juru bicara Perusahaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Luar Angkasa, Wang Zhingyang kepada Xinhua.
"Dua laboratorium luar angkasa akan diluncurkan setelah itu dan akan bergabung bersama dengan modul inti, Tianhe-1. Pembanginan pangkalan luar angkasa diperkirakan akan rampung pada 2022," dia mengatakan.
Wang menambahkan "Jika pangkalan udara internasional, yang telah memperpanjang masa operasionalnya diberhentikan pada 2024, maka pangkalan luar angkasa Cina akan menjadi satu-satunya yang beroperasi di luar angkasa".