Sabtu 07 May 2016 01:01 WIB

Mesir Nyatakan Tom dan Jerry Sebagai Teroris

Rep: Puti Almas/ Red: Ilham
Cuplikan film kartun Tom and Jerry
Foto: .
Cuplikan film kartun Tom and Jerry

REPUBLIKA.CO.ID, KAIRO -- Seorang pejabat Mesir mengatakan, tokoh kartun Tom dan Jerry menjadi sumber kekerasan dan radikalisme yang terjadi Timur Tengah. Meski lucu, muatan yang ada dalam cerita pertarungan antara kucing dan tikus tersebut begitu mengerikan.

"Tom dan Jerry adalah contoh kartun yang menjadi alasan penyebaran kekerasan dan radikalisme di Timur Tengah. Anak-anak muda dengan mudah menilai kekerasan itu sebagai hal yang lucu dan menggelikan," ujar kepala layanan informasi Mesir, Abdel Sadeq dalam pidato di Universitas Kairo, dilansir Al Arabiya.

Tak hanya kartun, banyak orang-orang di Timur Tengah yang memainkan permainan Tom dan Jerry dalam video game. Sadeq mengatakan, bahkan mereka bisa menghabiskan waktu selama berjam-jam lamanya.

"Seorang pemuda bisa menghabiskan waktu berjam-jam lamanya memainkan video saling menyerang dan membunuh dan pada akhirnya mendorongnya untuk mudah melakukan kekerasan karena hal itu dianggap mudah," jelas Sadeq.

Sebelumnya, Sadeq telah mengungkapkan ketidaksukaannya terhadap kartun yang ditayangkan pada 1940 lalu itu. Ia menilai, banyak adegan kekerasan yang dianggap lucu seperti saat Tom melakukan berbagai cara untuk membunuh Jerry.

Mulai dari menggunakan jebakan atau secara langsung dengan kapak, palu, senjata api, petasan, dan bahan peledak lainnya.

Setelah mengungkapkan hal itu, Pemerintah Mesir juga menyatakan Tom dan Jerry sebagai sosok teroris. Komentar resmi ini dinyatakan dalam jejaring sosial Twitter. "Baik Tom dan Jerry adalah teroris dan keponakan saya senang menontonnya," tulis salah seorang warga Mesir dalam Twitter.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement