Selasa 17 May 2016 09:18 WIB

Sejumlah Pria Bersenjata Serang Markas Polisi Haiti

Rep: Puti Almas/ Red: Ilham
Penyerangan (ilustrasi)
Penyerangan (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, PORT-AU-PRINCE -- Sejumlah pria bersenjata menyerbu markas polisi di Les Cayes, Haiti Selatan, Senin (16/5). Sedikitnya enam orang tewas dalam peristiwa ini.

Serangan dilakukan di tengah kekacauan yang terjadi di negara tersebut. Seperti diketahui, pemberontakan dilakukan oleh banyak pihak setelah tenggat waktu untuk kepemimpinan presiden baru terlewatkan di Haiti.

Kepala polisi Haiti Selatan, Luc Pierre mengatakan, sejumlah pria bersenjata yang menyerang markas kepolisian menggunakan seragam militer. Mereka kemudia menyita senjata yang ada di sana dan menembak beberapa petugas kepolisian.

"Para pria bersenjata ini menyerang markas polisi dan menembak beberapa petugas, kemudian mengambil sejumlah senjata. Namun, aparat di markas turut menyerang mereka," ujar Luc dilansir Reuters, Selasa (17/5).

Seorang mantan pemimpin kudeta bernama Guy Philippe dicurigai berada di balik serangan tersebut. Pada tahun ini, ia yang diincar oleh otoritas Amerika Serikat (AS) atas tuduhan perdagangan kokain dan mengancam untuk melakukan pemberontakan pada pemerintah sementara.

Salah satu pria bersenjata yang ditangkap dalam peritsiwa itu, Remy Teleus mengaku bekerja sama dengan Philippe. Ia dan beberapa lainnya ditugaskan untuk mengambil alih markas polisi dan wilayah selatan Haiti.

"Saya bukan termasuk orang yang menyerang markas polisi, tapi saya bagian dari kelompok yang ditugaskan Guy Philippe untuk mengambil alih markas polisi," jelas Teleus.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement