Jumat 24 Jun 2016 09:31 WIB

Laporan: Islamofobia Jadi Industri Bernilai Ratusan Juta Dolar di AS

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Angga Indrawan
Islamofobia.
Foto: Unrforliberty.com
Islamofobia.

REPUBLIKA.CO.ID, CALIFORNIA -- Menghasut kebencian Muslim dan Islam As rupanya telah menjadi bisnis di Amerika Serikat. Bahkan, laporan mengungkapkan angka penghasutan dan penebar kebencian kepada Islam bertransaksi senilai 206 miliar dolar AS.

Laporan diungkap oleh Council on American-Islam Relations (CAIR), dan University of California Barkeley's Center for Race and Gender. Dari laporan, terdapat 74 kelompok yang berkontribusi menumbuhkan Islamofobia di AS, dengan 33 mempromosikan prasangka atau kebencian terhadap Islam dan Muslim.

Kelompok inti meliputi Abstraction FUnd, CLarion Project, David Horowitz Freedom Center, Middle East Forum, American Freedom Law Center dan Security Policy. Ada juga Investigative Project on Terrorism dan Jihad Watch and Act, yang kesemuanya bernilai transaksi 206 miliar dolar sejak 2008-2014.

"Kebencian yang kelompok ini bawa memiliki konsekuensi nyata serangan terhadap Masjid di seluruh negara bagian, serta undang-undang baru yang mendiskriminasi Muslim di Amerika," kata Direktur Departemen Pengawasan dan Perangi Islamofobia CAIR, Corey Taylor, seperti dilansir dari Guardian, Jumat (24/6).

Dua kelompok yang ada, Center for Security Policy dan David Horowitz Freedom Center, malah telah memberikan penghargaan kepada Jeff Sessions. Ia adalah orang yang mengetuai komite penasihat keamanan nasional, sekaligus wakil presiden yang mungkin akan dipilih oleh Donald Trump.

CAIR mencatat, ada 78 insiden anti-Islam yang terjadi sepanjang 2015 dengan Masjid yang selalu menjadi sasaran, tertinggi sejak pelacakan 2009. Laporan CAIR-UCB ini turut melacak bukti tagihan anti-Islam, yang dikatakan telah sukses menjadi hukum di 10 negara.  

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement