Sabtu, 19 Rabiul Awwal 1441 / 16 November 2019

Sabtu, 19 Rabiul Awwal 1441 / 16 November 2019

Masjid di Perth Diserang Orang tak Dikenal

Rabu 29 Jun 2016 08:30 WIB

Red:

abc news

abc news

Foto: abc news

Polisi memastikan sebuah mobil yang terparkir di depan masjid di daerah Perth tenggara, Australia, hangus terbakar akibat api yang menggunakan accelerant atau zat pemicu api.

Peristiwa ini terjadi pada Australian Islamic College dan masjid di daerah Tonbridge Way, Thornlie, sekitar pukul 8:00 malam, Selasa (28/6/2016).

Seorang guru di sekolah itu mengatakan ratusan orang sedang melakukan shalat di dalam gedung saat tejadi serangan, namun dipastikan tidak satu pun yang cedera.

Selain satu mobil hangus, empat mobil lainnya juga rusak akibat panas.

Selain itu, sebuah tulisan anti Islam yang bernada penghinaan dituliskan di tembok di lokasi kejadian.

Warga melihat tiga orang lari dari lokasi

Seorang warga setempat bernama John mengatakan, dia dan sepupunya mendengar bunyi ledakan dan datang untuk melihat.

"Kami berhenti dan melihat, dan sekitar 10, 15 detik kemudian, kami melihat tiga orang lari menyeberang jalan," kata John.

"Mereka akhirnya lari melalui jalan kecil," ujarnya.

"Langsung setelah kami melihat orang-orang itu melarikan diri, kami melihat api berkobar dari belakang rumah dan kelihatannya seperti ledakan besar... kelihatan seperti rumah yang terbakar," tuturnya.

"Ada mobil warna putih yang terbakar dan kami pikir, semoga tidak ada orang di dalamnya, dan syukurnya memang tidak ada," kata John lagi.

Pihak sekolah kecewa tapi terharu atas dukungan warga

Kepala Sekolah Australian Islamic College Abdullah Khan kepada ABC Perth mengaku kaget dan kecewa atas serangan itu namun mengaku diyakinkan oleh dukungan yang diterima.

"Saya menerima banyak telepon dari para politisi, kepolisian negara bagian, dari anggota komunitas lainnya tadi malam dan pagi ini," ujarnya, Rabu (29/6/2016).

"Saya ditelepon hampir sepanjang waktu, dan mereka menyampaikan dukungan dan mengutuk serangan ini," kata Khan.

"Hal itu sangat menggembirakan dan membuat kami percaya bahwa para pelaku tidak mewakili masyarakat Australia Barat yang cinta damai," ujar Abdullah Khan.

Dia mengatakan, sebelumnya telah bebarapa ada grafiti, namun bukan dalam waktu satu tahun. Dia menambahkan bahwa sekolah akan tetap buka hari ini.

"Kami mengumumkan bahwa sekolah berjalan sebagaimana biasa dan murid-murid harus datang ke sekolah seperti yang mereka lakukan tiap hari," kata Khan.

"Para jamaah yang shalat tadi malam, tentu saja mereka keluar saat mendengar hal ini namun beberapa saat kemudian mereka melihat petugas tanggap darurat dan polisi sudah ada di situ, mereka pun kembali ke masjid dan melanjutkan ibadah shalat," jelasnya.

"Itulah pesan kami kepada orang-orang itu bahwa kami tidak akan menjadi bagian untuk mendukung agenda mereka," katanya.

Polisi meminta semua pihak yang memiliki informasi untuk menghubungi layanan Crime Stoppers.

Diterbitkan Pukul 10:30 AEST oleh Farid M. Ibrahim. Simak beritanya dalam Bahasa Inggris di sini.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan ABC News (Australian Broadcasting Corporation). Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab ABC News (Australian Broadcasting Corporation).
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA