Selasa 05 Jul 2016 09:15 WIB

Dua Remaja Muslim Dipukuli di Luar Masjid New York

Ilustrasi pemukulan.
Ilustrasi pemukulan.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Dua remaja Muslim dipukuli di luar sebuah masjid di New York City. Kelompok hak asasi manusia mengatakan, Senin (4/7), penyerang meneriakkan cacian pada keduanya.

Serangan yang terjadi pada Ahad pekan lalu itu sedikitnya merupakan serangan ketiga yang melibatkan Muslim di AS selama akhir pekan. Sumber kepolisian mengatakan penyelidik menyelidiki insiden itu sebagai kejahatan kebencian.

Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR) New York mengatakan dalam pernyataan, seorang remaja laki-laki berusia 16 tahun diserang di luar Muslim Community Center Brooklyn saat dia selesai shalat.

Rekaman CCTV yang dirilis CAIR menunjukkan seorang pria meninju, menendang dan menginjak-injak remaja itu meski ia sudah terkapar di jalan. Remaja lain yang sedang melintas dengan sepeda dikejar dan diserang.

CAIR mengatakan pria itu berteriak, "Kalian Muslim penyebab seluruh masalah di dunia". Dia juga menyebut remaja itu teroris..

Remaja tersebut mengalami gegar otak, luka sobek, memar dan mata yang bengkak parah. Dia sudah dirawat di rumah sakit. Remaja kedua mengalami memar di mata.

Direktur Eksekutif CAIR Afaf Nasher mengatakan cacian yang terlontar menjadi dasar insiden itu diselidiki sebagai kejahatan kebencian.

Namun, sumber polisi mengatakan unit kejahatan kebencian menolak insiden itu sebagai kejahatan kebencian. Dia mengatakan kedua remaja mengganggu perempuan 40 tahun di dalam mobil dan kekasihnya yang berusia 37 tahun menyerang mereka.

Pria itu telah diidentifikasi dan sedang dicari polisi.

Di Houston pada Ahad, seorang dokter Muslim yang hendak shalat Shubuh ditembak oleh tiga pria. Motifnya belum jelas, tetapi serangan itu terjadi sehari setelah seorang pria Muslim dipukuli di luar masjid Florida.

 

sumber : Reuters

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement