Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Oposisi Minta Najib Mundur

Jumat 22 Jul 2016 09:56 WIB

Rep: Gita Amanda/ Red: Ani Nursalikah

Perdana Menteri Malaysia Najib Razak.

Perdana Menteri Malaysia Najib Razak.

Foto: Reuters

REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR -- Seorang pemimpin partai oposisi Malaysia meminta Perdana Menteri Najib Razak mundur, menyusul gugatan yang diajukan Departemen Kehakiman Amerika Serikat. Ia meminta komisi independen menyelidiki klaim korupsi yang dilaporkan Departemen Kehakiman AS tersebut.

"Saya percaya orang-orang Malaysia ingin Dato' Sri Najib mundur sebagai perdana menteri agar tak ada persepsi penyalahgunaan kekuasaan atau penghentian atau menghambat proses penyelidikan penuh dan transparan tentang masalah ini yang sangat serius," kata Presiden People's Justice Party (PKR), Wan Azizah Wan Ismail dalam sebuah pernyataan pada Kamis (21/7).

Dilansir Aljazirah, pemerintah Malaysia, menurut Wan Azizah, harus mengizinkan sebuah komisi independen menyelidiki klaim korupsi yang dilaporkan Departemen Kehakiman AS. Departemen Kehakiman AS mengatakan pada Rabu (20/7), mereka akan menyita aset yang terkait dengan skandal dana negara 1Malaysia Development Berhad (1MDB).

Gugatan menuduh adanya skema pencucian uang yang kompleks. Departemen Kehakiman AS mengatakan, pencucian dan penyalahgunaan dana 1MDB diduga untuk memperkaya pejabat tingkat atas lembaga tersebut.


sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA