Selasa 02 Aug 2016 23:36 WIB

Puluhan Ribu Warga Sudan Selatan Mengungsi Akibat Kekerasan

Dalam foto yang diambil Kamis, 14 Juli 2016 ini tampak warga Sudan Selatan mengungsi di kamp PBB di Juba.
Foto: Beatrice Mategwa/UNMISS via AP
Dalam foto yang diambil Kamis, 14 Juli 2016 ini tampak warga Sudan Selatan mengungsi di kamp PBB di Juba.

REPUBLIKA.CO.ID, JENEWA/JUBA -- Puluhan ribu orang mengungsi akibat merebaknya kembali kekerasan--yang mencakup pembunuhan massal, penjarahan, dan pemaksaan anak menjadi tentara--di Sudan Selatan.

Seperti disampaikan UNCHR, Selasa (2/8), Sebagian besar para pengungsi itu mencari perlindungan di negara-negara tetangga seperti Uganda, Etiopia, dan Sudan.  Di antara mereka terdapat anak-anak yang kekurangan asupan makanan.

Menurut UNHCR, kondisi di Sudan Selatan diperparah dengan kelangkaan bahan makanan dan wabah kolera. Negara paling muda di dunia itu tengah dilanda perang etnis selama lebih dari dua tahun antara pendukung Presiden Salva Kiir dengan seteru lama Riek Machar.

Pendukung Machar menyatakan bahwa setidaknya sembilan orang tewas dalam pertempuran terbaru di negara bagian Central Equatoria, daerah yang juga mencakup ibu kota Juba, pada akhir pekan ini.

Sementara itu juru bicara pemerintah, Michael Lueth, masih yakin pakta perdamaian yang ditandatangani pada tahun lalu masih berlaku. "Rakyat harus mengerti perjanjian perdamaian ini tidak dimiliki oleh Riek Machar," kata Lueth kepada para wartawan di Juba pada Selasa.

Perseteruan pribadi antara Kiir, yang berasal dari suku Dinka, dan Machar, dari suku Nuer, telah memperburuk perpecahan etnis di negara yang sudah lama menalami perang saudara dan membuat mereka memisahkan diri dari Sudan pada 2011 lalu.

Machar, yang sempat kembali ke ibu kota usai penandatanganan perjanjian damai pada lalu, meninggalkan Juba pada bulan lalu setelah bentrokan terjadi antara pendukungnya dengan loyalis Kiir.

Juru bicara UNHCR, Melissa Fleming, di Jenewa mngatakan sekitar 60.000 orang telah mengungsi ke luar negeri sepanjang tiga pekan terakhir--sebagian besar di antara mereka berlindung ke Uganda, kata Fleming.

Sebanyak 1,6 juta warga juga terpaksa mengungsi di dalam negeri, kata Jens Laerke dari Kantor PBB untuk Urusan Kemanusian (OCHA).  "Ini adalah angka yang sangat besar, ini adalah krisis yang massif," kata Laerke sambil menambahkan bahwa total pengungsi dari Sudan Selatan yang mencari perlindungan ke luar negeri sejak Desember 2013 adalah sekitar 900.000 orang.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement