Senin 08 Aug 2016 16:17 WIB

Modi Kritik Serangan Terhadap Komunitas Kasta Dalit

Rep: Melisa Riska Putri/ Red: Ani Nursalikah
Prime Minister Narendra Modi (file photo)
Foto: AP/Altaf Qadri
Prime Minister Narendra Modi (file photo)

REPUBLIKA.CO.ID, HYDERABAD -- Perdana Menteri India Narendra Modi telah mengkritik serangan baru-baru ini terhadap komunitas India berkasta rendah Dalit. Modi mengatakan, kaum Dalit telah menderita selama berabad-abad dan mereka tidak seharusnya menderita lagi.

Empat orang Dalit diyakini bekerja menguliti hewan yang dicambuk di depan umum bulan lalu di negara bagian Gujarat barat. Mereka menguliti sapi yang telah mati.

Banyak orang Hindu menganggap sapi suci dan pembantaian hewan dilarang di beberapa negara.

"Jika Anda memiliki masalah, jika Anda merasa suka menyerang seseorang, serang saya, bukan saudara-saudara Dalit saya," katanya dilansir dari laman BBC News, Senin (8/8).

Ini adalah pernyataan kedua dalam dua hari terhadap serangan tersebut. Kemarahan di kalangan Dalit telah meningkat sejak empat orang dari komunitas mereka ditelanjangi dan dipukuli di depan umum oleh warga. Warga tersebut menuduh Dalit merugika ternak, tetapi korban bersikeras mereka hanya mengambil bangkai sapi untu dikuliti, seperti tradisi mereka.

Ada beberapa serangan lain pada pria dan perempuan di India yang telah dituduh mengonsumsi atau menyelundupkan daging sapi. Dua wanita Muslim dipukuli bulan lalu oleh warga atas tuduhan mereka telah membawa daging sapi.

Tahun lalu, seorang pria Muslim Mohammed Akhlaq digantung massa yang menyerang rumahnya karena keluarganya dituduh telah menyimpan dan mengonsumsi daging sapi.

Mayoritas sekitar 1,2 miliar penduduk India adalah Hindu. Namun negara ini juga rumah bagi Muslim, Kristen dan minoritas Buddha.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement