Rabu 10 Aug 2016 14:04 WIB

Hillary Clinton Desak Kongres Sahkan Anggaran Zika

Hillary Clinton
Foto: Reuters
Hillary Clinton

REPUBLIKA.CO.ID, MIAMI -- Calon presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat Hillary Clinton mendesak anggota parlemen federal, yang sedang libur musim panas kembali bersidang guna menyetujui anggaran untuk memerangi virus zika.

Pernyataan itu dikeluarkannya saat mengunjungi klinik kesehatan di tempat wabah penyakit itu di Miami pada Selasa (9/8).

Hillary mengatakan anggota parlemen sebaiknya menyetujui anggaran gabungan senilai 1,1 miliar dolar Amerika Serikat (lebih dari 11 triliun rupiah) terkait virus dibawa nyamuk itu atau mengambil langkah kompromi lain.

Pendanaan itu diperlukan saat Florida mengalami setidak-tidaknya 21 kasus zika setempat. Florida adalah negara bagian pertama memastikan penularan setempat melalui nyamuk di Amerika Serikat, namun pejabat dinas kesehatan memperkirakan ada persebaran lain, terutama di negara bagian Amerika Serikat di selatan, yang rentan terjangkit penyakit dari nyamuk.

"Saya sangat kecewa Kongres sedang dalam resesi sebelum menyetujui apa yang mereka harus lakukan untuk mengerahkan sumber daya dalam pertempuran ini. Jika kami menyetujui anggaran penting ini kami dapat mengembangkan uji coba diagnisa cepat dan bahkan memulai usaha untuk mengembangkan vaksin," kata Hillary.

Kompromi itu gagal setelah pihak Republik dalam parlemen menyampaikan pernyataan yang akan melarang tindakan aborsi dan menghentikan pendanaan terhadap undang-undang pelayanan kesehatan Barack Obama pada 2010.

Obama sebelumnya meminta Kongres yang dipimpin Republik menyetujui dana darurat 1,9 miliar dolar Amerika. Sejumlah senator dari Demokrat Ameirka Serikat telah mengirimkan surat kepada Pemimpin Senat, Mitch McConnell dan kepada Pembicara DPR Republik Paul Ryan, mendesak mereka memanggil para anggota parlemen dari resesi mereka untuk memberikan suara terkait dana darurat itu.

Perwakilan partai Republik dari Florida, Marco Rubio dan Gubernur Rick Scott juga telah meminta Kongres untuk kembali dan memerangi zika.

Kongres menghentikan masa resesnya setidak-tidaknya delapan kali sejak 1998, yang terakhir dilaksanakan pada 2013 saat para anggota kembali untuk memperdebatkan penggunaan kekuatan militer di Suriah. Zika pertama kali terlacak di Brasil pada tahun lalu dan menyebar dengan cepat di Amerika.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement