Rabu 10 Aug 2016 14:06 WIB

Bernie Sanders Sebut Pemakzulan Presiden Brasil Mirip Kudeta

Rep: Gita Amanda/ Red: Ani Nursalikah
Mantan kandidat calon presiden Partai Demokrat AS Bernie Sanders berbicara di hari pertama Konvensi Nasional Demokrat di Philadelphi, Senin, 25 Juli 2016.
Foto: AP Photo/Carolyn Kaster
Mantan kandidat calon presiden Partai Demokrat AS Bernie Sanders berbicara di hari pertama Konvensi Nasional Demokrat di Philadelphi, Senin, 25 Juli 2016.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Senator Bernie Sanders mengecam pemakzulan Presiden Brasil yang disebutnya terpilih secara demokratis, Dilma Rousseff. Sanders menyerukan Amerika Serikat mengambil sikap pada upaya penyingkiran Rousseff dari kantornya dan mengatakan proses pemakzulan di Brasil lebih mirip kudeta.

Dilansir laman The Intercept, Sanders juga mengutuk Michel Temer yang dianggapnya telah merebut kekuasaan selama penangguhan Rousseff.

"Setelah menangguhkan presiden perempuan Brasil dengan alasan meragukan, tanpa mandat untuk memerintah. Kini pemerintahan sementara yang baru menghapus kementerian perempuan, kesetaraan ras dan hak asasi manusia," katanya.

Baca: Senat Brasil Dukung Sidang Pemakzulan Rousseff

Pernyataan Senders ini datang saat elit Brasil bersatu mendukung pemakzulan Rousseff. Pernyataan Sanders berselang dua pekan dari pernyataan 40 anggota Demokrat AS yang mengungkapkan keprihatinan mendalam tentang ancaman demokrasi di Brasil.

Seruan pembatalan pemakzulan Rousseff juga datang dari Partai Buruh Inggris Jeremy Corbyn, anggota parlemen Inggris dan pemimpin buruh, puluhan anggota Parlemen Uni Eropa, dan pemenang Pulitzer Prize pertama Brasil.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement