Rabu 31 Aug 2016 13:34 WIB

Pendukung Presiden Rousseff Dibubarkan dengan Gas Air Mata

Rep: Fira Nursya'bani/ Red: Ani Nursalikah
Polisi menembakkan gas air mata ke arah pendukung Presiden nonaktif Brasil Dilma Rousseff di Sao Paulo, Brasil, Selasa, 30 Agustus 2016.
Foto: AP Photo/Andre Penner
Polisi menembakkan gas air mata ke arah pendukung Presiden nonaktif Brasil Dilma Rousseff di Sao Paulo, Brasil, Selasa, 30 Agustus 2016.

REPUBLIKA.CO.ID, BRASILIA - Sekitar 2.000 orang rakyat Brasil melakukan demonstrasi di luar gedung Senat, di Ibu Kota Brasilia. Mereka adalah pendukung Presiden Brasil nonaktif Dilma Roussef dan pendukung Partai Buruh yang melakukan protes atas sidang pemakzulan.

Sejumlah demonstran juga berkumpul di Rio de Janeiro dan Sao Paolo. Mereka membuat rusuh hingga polisi antihuru-hara terpaksa menembakkan gas air mata untuk membubarkan mereka, seperti dikutip dari Daily Mail.

Baca: Putusan Pemakzulan Presiden Brasil Ditentukan Hari Ini

Partai Buruh di bawah kepemimpinan Roussef dari pendahulunya Presiden Luiz Inacio Lula da Silva, dianggap berhasil mengeluarkan 30 juta rakyat Brasil dari kemiskinan. Namun negara mengalami berbagai masalah yang dinilai merupakan hasil dari kesalahan pemerintahan Rousseff.

Rouseff dituduh mengambil pinjaman negara secara ilegal pada 2014. Jabatannya ditangguhkan dan pada Rabu (31/8) ia akan diberi putusan akan dicopot dari jabatannya atau tidak, melalui pemungutan suara Senat.

Fohla, salah satu surat kabar nasional Brasil, mempublikasikan ada 52 senator yang setuju memakzulkan Rousseff. Sedangkan 11 lainnya masih belum memutuskan.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement