Kamis 01 Sep 2016 14:13 WIB

Venezuela, Ekuador, dan Bolivia Tarik Dubes dari Brasil

Rep: Fira Nursya'bani/ Red: Ani Nursalikah
Nicolas Maduro
Foto: Reuters/Carlos Garcia Rawlins
Nicolas Maduro

REPUBLIKA.CO.ID, BRASILIA -- Pencopotan Presiden Brasil Dilma Rousseff pada Rabu (31/8) telah mengecewakan negara-negara Amerika Latin. Venezuela, Ekuador, dan Bolivia bahkan menarik duta besar mereka di Brasil untuk memprotes hal tersebut.

Sebanyak 61 dari 20 Senator Brasil menyetujui pemakzulan presiden perempuan pertama Brasil itu. Rousseff dianggap secara ilegal menggunakan uang dari bank-bank negara untuk biaya belanja publik.

Partai Buruh akhirnya tumbang setelah 13 tahun berkuasa. Kini kekuasaan berada di tangan mantan Wakil Presiden Michel Temer.

Baca: Senat Makzulkan Rousseff karena Langgar UU APBN

Pemimpin sayap kiri di Caracas, Quito, La Paz dan San Salvador mengaku tetap mendukung Rousseff dan pendahulunya, Luiz Inacio Lula da Silva. Begitu pun dengan Presiden Venezuela Nicolas Maduro yang mengatakan Amerika Serikat (AS) berada dibalik kasus pemakzulan ini.

"Kudeta ini tidak hanya terhadap Dilma, tetapi juga terhadap Amerika Latin dan Karibia. Ini melawan kami," ujar Maduro dalam pidatonya.

Menteri Luar Negeri Brasil Jose Serra membela proses pemakzulan Rousseff yang menurutnya telah sesuai konstitusi. Ia juga mempertanyakan legitimasi pemerintah Maduro dalam memberikan penyataan.

"Pemerintah Venezuela tidak memiliki moral untuk berbicara tentang demokrasi karena mereka tidak memiliki rezim demokrasi," jelasnya.

Pemerintah El Salvador juga memberikan kritik terhadap pencopotan Roussef. Menurutnya, hal tersebut menjadi ancaman serius bagi demokrasi, perdamaian, keadilan, pembangunan, dan intergrasi Amerika Latin.

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement