Minggu, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 Desember 2019

Minggu, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 Desember 2019

AS: Filipina Harus Tunjukkan Rasa Hormat

Rabu 07 Sep 2016 08:52 WIB

Rep: Puti Almas/ Red: Ani Nursalikah

Presiden Filipina Rodrigo Duterte saat berbicara dalam konferensi pers di Davao, Filipina selatan, 21 Agustus 2016.

Presiden Filipina Rodrigo Duterte saat berbicara dalam konferensi pers di Davao, Filipina selatan, 21 Agustus 2016.

Foto: REUTERS/Lean Daval Jr

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) menekankan Filipina harus memiliki rasa hormat dalam menjalani hubungan diplomatik dengan negara itu. Hal ini juga disampaikan oleh kandidat presiden dari Partai Demokrat, Hillary Clinton, yang khawatir terhadap hinaan Presiden Filipina Rodrigo Duterte terhadap Presiden AS Barack Obama.

Duterte sebelumnya menyebut Obama dengan sebutan "anak perempuan jalang" jika Pemimpin Negeri Paman Sam itu berani mengajari Filipina tentang hak asasi manusia. Dalam hal itu, terkait dengan kebijakan perang melawan peredaran narkotika dan obat-obat terlarang lainnya.

Meski AS cukup cemas dengan pernyataan Duterte, pejabat di negara itu masih mengharapkan tidak terjadi perpecahan antardua negara. Namun, dengan adanya hinaan dari Presiden Filipina tersebut, Obama membatalkan jadwal pertemuan empat mata dengannya di sela-sela pertemuan puncak ASEAN di Laos.

Baca: Obama Nominasikan Hakim Federal Muslim Pertama

"Kata-kata begitu penting dan kami ingin melihat adanya keramahan dan rasa terbuka dalam menjalin kerja sama," ujar juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Mark Toner, dalam konferensi pers di Washington, Selasa (6/9).

Clinton menekankan pentingnya Asia Pasifik bersama dengan AS menghadapi sengketa di Laut Cina Selatan. Karena itu, Obama telah melakukan hal tepat dengan membatalkan pertemuan.

"Ketika Presiden Filipina melakukan penghinaan pada Pemimpin AS dengan cara yang sangat rendah, sangat tepat untuk mengatakan tidak ada pertemuan yang akan dilakukan," kata Clinton.

Ia menuturkan, AS dan Filipina memiliki banyak hubungan diplomatik. Tentunya, kedua negara perlu terus menjalin kerja sama dengan baik, namun tetap diiringi dengan rasa hormat.

Sementara itu, Filipina telah menyuarakan penyesalan atas komentar Duterte setelah pembatalan pertemuan bilateral formal. Gedung Putih kemudian mengataka,n Obama mungkin akan melakukan pembicaraan secara informal.

Baca: Sejarah Hari Ini: Asal Mula Amerika Dijuluki Negeri Paman Sam

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA