REPUBLIKA.CO.ID, TAIPEI -- Kementerian Pertahanan Taiwan meminta Google untuk memburamkan gambar satelit yang menunjukkan pembangunan fasilitas militer di atas Pulau Itu Aba. Gambar pembangunan fasilitas militer tersebut harus diburamkan supaya tak meningkatkan ketegangan di Laut Cina Selatan.
Apalagi Cina saat ini membangun berbagai fasilitas militer yang membuat negara sekitarnya tegang termasuk Amerika Serikat. Fasilitas militer di Pulau Itu Aba diperkirakan mampu menampung 3.000 kapal pengawal.
Juru Bicara Kementerian Pertahanan Taiwan Chen Chung Chi mengatakan, untuk melindungi dan menjaga rahasia militer pihaknya meminta agar Google memburamkan gambar-gambar fasilitas militer yang penting. "Kami minta Google segera memburamkan gambar itu," katanya, Jumat, (23/9).
Kementerian Pertahanan Taiwan dan penjaga pantai yang sudah meninjau lokasi fasilitas militer tersebut secara langsung tidak mau memberikan keterangan yang lebih banyak dan rinci. Mereka menyatakan, detil struktur fasilitas militer itu rahasia dan tidak bisa berkomentar lebih banyak.
Ahli Pertahanan di Taiwan Dustin Wang mengatakan, fasilitas tersebut memang berkaitan dengan militer. Sepertinya itu memang landasan pasukan penembak. "Fasilitas itu memang fasilitas militer. Namun saya tak tahu fungsi fasilitas itu apakah untuk membela diri, menyerang, atau melakukan pengamatan," ujar Wang.
Namun, lanjutnya, kalau dilihat dari posisi fasilitas militer tersebut langsung menghadap ke lalu lintas laut, sepertinya fungsinya untuk melakukan pengamatan. Baik Cina, Taiwan, Filipina, Vietnam, Malaysia, Brunei Darussalam mengklaim memiliki Laut Cina Selatan.