Rabu 26 Oct 2016 08:42 WIB

Trump Sebut Clinton Rencanakan Perang Dunia III

Rep: Lida Puspaningtyas/ Red: Ilham
Calon presiden AS dari Partai Republik Donald Trump dan Hillary Clinton dari Partai Demokrat dalam debat ketiga dan terakhir mereka di University of Las Vegas, Rabu, 19 Oktober 2016.
Foto: Mark Ralston/Pool via AP
Calon presiden AS dari Partai Republik Donald Trump dan Hillary Clinton dari Partai Demokrat dalam debat ketiga dan terakhir mereka di University of Las Vegas, Rabu, 19 Oktober 2016.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Kandidat Presiden dari Republik, Donald Trump menuduh rivalnya Hillary Clinton merencanakan perang dunia ketiga, Selasa (25/10). Menurutnya, kebijakan luar negeri Clinton di Suriah bisa berdampak buruk.

Trump berargumen, AS harus fokus mengalahkan ISIS daripada meminta Presiden Bashar al-Assad mundur. Clinton sebelumnya menawarkan zona tanpa terbang di Suriah. Sejumlah pakar menilai ini bisa membawa konflik dengan Rusia.

Trump mengkritik rencana mengendalikan wilayah udara Suriah tersebut. "Ini akan berakhir dengan Perang Dunia III di Suriah, jika kita dengarkan Hillary Clinton," kata Trump seperti dilansir BBC.

Ia menyebut AS tidak hanya akan menyerang Suriah saja, tapi juga Rusia dan Iran. Trump juga mengatakan, Clinton tidak akan bisa bernegosiasi dengan Presiden Vladimir Putin jika terus menuduhnya sangat jahat.

Komentar Trump ini mirip dengan komentar Ketua Joint Chiefs Marine Jenderal Joseph Dunford bulan lalu. Ia sempat mengatakan pada para senator di AS bahwa mengendalikan wilayah udara Suriah akan butuh perang, melawan Suriah dan Rusia.

"Itu adalah keputusan fundamental yang jelas tidak akan saya buat," kata dia pada Senate Arms Services Committee. Dalam debat terakhir, Clinton menyatakan dukungannya pada langkah tersebut.

Menurutnya, kebijakan ini akan menyelamatkan banyak nyawa dan mengakhiri konflik. Padahal, tahun 2013 saat pidato di Wall Street, Clinton sempat mengatakan no-fly zone bisa membunuh banyak warga sipil Suriah.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement