Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Trump: Kasus Surel Hanya Sebagian Kecil Prilaku Korup Hillary!

Sabtu 29 Oct 2016 05:48 WIB

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Esthi Maharani

Calon presiden AS dari Partai Republik Donald Trump dan Hillary Clinton dari Partai Demokrat dalam debat ketiga dan terakhir mereka di University of Las Vegas, Rabu, 19 Oktober 2016.

Calon presiden AS dari Partai Republik Donald Trump dan Hillary Clinton dari Partai Demokrat dalam debat ketiga dan terakhir mereka di University of Las Vegas, Rabu, 19 Oktober 2016.

Foto: Mark Ralston/Pool via AP

REPUBLIKA.CO.ID, MANCHESTER -- Calon Presiden Amerika dari Partai Republik, Donald Trump mendapat angin segar atas keputusan fbi melakukan penyelidikan atas kasus Surel pribadi Hillary yang dianggap disalahgunakan. Trump menilai, kasus surel pribadi tersebut hanya sebagian kecil dari deretan kasus korupsi yang dilakukan Hillary.

Dilansir dari The Washington Post, Trump mengatakan ini langkah FBI merupakan salah satu langkah baik untuk membongkar kebusukan Hillary. "Ini lebih besar dari kasus Watergate," ujar Trump, Jumat (28/10).

Trump mengatakan ada sederet kasus korupsi Hillary bahkan dalam skala besar yang masih perlu diungkap. Momen ini kemudian dijadikan alat kampanye bagi Trump untuk melawan rivalnya dalam merebut kursi Presiden Amerika.

Saat ini, Clinton memegang tipis 1,6 poin persentase memimpin di RealClearPolitics rata-rata jajak pendapat baru-baru ini di Florida, turun dari rata-rata 4 poin seminggu yang lalu. Melalui kasus ini, Trump merasa semakin mantap atas kemenangannya.

Disisi lain, Presiden Amerika Barack Obama belum berkomentar terkait kasus ini. Namun, dukungan yang secara nyata diberikan Obama terhadap Hillary terus ia tunjukan. Obama tetap optimis bahwa suara yang diperoleh Hillary akan membawa Hillary ke pemenangan.


BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA