Ahad 13 Nov 2016 07:44 WIB

Pasukan Irak Perluas Wilayah di Mosul

Pasukan Peshmerga Kurdi berkumpul sebelum memasuki Nawaran untuk melawan ISIS, sekitar 20 kilometer dari Mosul, Kamis, 20 Oktober 2016.
Foto: AP Photo/Marko Drobnjakovic
Pasukan Peshmerga Kurdi berkumpul sebelum memasuki Nawaran untuk melawan ISIS, sekitar 20 kilometer dari Mosul, Kamis, 20 Oktober 2016.

REPUBLIKA.CO.ID, MOSUL -- Pasukan keamanan Irak pada Sabtu (12/11) memperluas wilayah yang mereka rebut kembali di Mosul, setelah pertempuran sengit dengan anggota ISIS di beberapa kabupaten di bagian timur kota tersebut, kata satu sumber keamanan.

Pada Sabtu pagi (12/11), kendaraan lapis baja militer dan tentara menyerbu Kabupaten As-Salam setelah pertempuran sengit dengan anggota kelompok ISIS yang bersenjata berat. Letnan Jenderal Abdul-Amir Yarallah dari Komando Operasi Gabungan mengatakan sedikitnya 30 gerilyawan tewas dan satu mobil yang diisi peledak dihancurkan.

Personel Komando Lembaga Kontra-Terorisme (CTS) merebut Kabupaten Arbajiyah setelah pertempurang sengit di jalan dengan anggota IS pada pagi hari, dan membersihkan Kabupaten Qadsiyah yang berdekatan. Tentara juga menyerbu Kabupaten Baker, yang berdekatan sehari sebelumnya, dan menewaskan puluhan gerilyawan garis keras, kata Yarallah tanpa memberi perincian lebih lanjut.

Masih pada hari yang sama, pasukan komando bergerak mengepung Kabupaten Aden dan terlibat baku-tembak sengit dengan gerilyawan, serta menewaskan banyak gerilyawan, kata Yarallah, yang menambahkan tentara dengan dukungan pesawat Irak dan koalisi pimpinan AS menghancurkan sembilan bom mobil bunuh diri sebelum mencapai sasaran mereka di kabupaten tersebut.

Pada awal November, ratusan personel komando CTS dan Angkatan Darat Irak membuat kemajuan besar dari tiga arah di sisi timur Mosul, yang oleh warga setempat dikenal dengan nama Tepi Sungai Tigris. Mereka merebut kembali beberapa dari 60 kabupaten di kedua sisi kota itu.

Gerakan maju pasukan keamanan Irak memicu pertempuran jalan paling-sengit melawan anggota ISIS sejak serangan untuk merebut kembali kota tersebut dilancarkan lebih dari tiga pekan lalu. Serangan itu telah melambat baru-baru ini sebab pasukan keamanan, termasuk personel CTS, telah masuk ke dalam daerah yang berpenduduk lebih padat di Mosul Timur. Di sana mereka tidak bisa mengandalkan serangan udara dan pengeboman gencar sebab berisiko buat warga sipil.

Namun, pertempuran sengit di dalam Mosul membuat warga sipil yang meninggalkan tempat tinggal mereka mencapai 37.730 sejak dimulainya operasi militer pada 17 Oktober, kata laporan belum lama ini dari Komisariat Tinggi PBB Urusan Pengungsi.

Mosul, sekitar 400 kilometer di sebelah utara Ibu Kota Irak, Baghdad, telah dikuasai ISIS sejak Juni 2014.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement