Senin 14 Nov 2016 11:30 WIB

Trump Janji tak Ambil Gaji Presiden

 Donald Trump akan mulai berkuasa bulan Januari 2017.
Foto: AP/Alex Brandon
Donald Trump akan mulai berkuasa bulan Januari 2017.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Miliarder dari Partai Republik Donald Trump menyatakan dia tidak akan mengambil gaji 400 ribu dolar AS (sekitar Rp 5,36 miliar) dari jabatannya sebagai presiden Amerika Serikat (AS) dalam satu wawancara yang disiarkan Ahad (13/11).

"Saya tidak akan mengambil gajinya. Saya tidak akan mengambilnya," katanya kepada program 60 Minutes di CBS, menegaskan janji yang dibuat dalam sebuah video kampanye pada September.

"Saya rasa menurut hukum saya harus mengambil satu dolar AS (sekitar Rp 13.415), jadi saya akan mengambil satu dolar AS setahun," katanya.

Trump juga melakukan penunjukan pejabat pertama dalam pemerintahan barunya pada Ahad (13/11) dengan mengangkat Reince Priebus sebagai kepala staf Gedung Putih dan Steve Bannon sebagai kepala strategi dan penasihat senior.

"Saya senang punya tim sukses yang akan terus bersama saya dalam memimpin negara ini," kata Trump dalam sebuah pernyataan.

"Steve dan Reince adalah para pemimpin berkualitas yang bekerja sama dengan baik dalam kampanye kami dan membawa kami menuju kemenangan bersejarah. Sekarang saya akan bekerja sama dengan mereka di Gedung Putih sementara kami berusaha membuat Amerika kembali jaya," ujarnya.

Priebus, kepala Komisi Nasional Partai Republik adalah politikus berpengalaman yang bisa menjadi jembatan ke pemimpin Partai Republik, khususnya ketua parlemen Paul Ryan, seorang sekutu lama.

Sementara Bannon adalah pengusaha jejaring sosial antikemapanan yang memimpin kampanye kepresidenan Trump dalam beberapa bulan terakhir. "Kami punya kemitraan sukses dalam kampanye, satu yang membawa ke kemenangan. Kami akan memiliki kemitraan serupa guna membantu presiden terpilih Trump mencapai tujuannya," kata Banno, dikutip Antara News.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement