Rabu 16 Nov 2016 11:18 WIB

Trump akan Cabut Dukungan Amerika Terhadap Kelompok Oposisi Suriah

Rep: Dyah Ratna Meta Novia/ Red: Winda Destiana Putri
Pasukan pemberontak oposisi Suriah
Foto: Reuters
Pasukan pemberontak oposisi Suriah

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON DC -- Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Amerika terpilih Donald Trump akan melakukan kerjasama untuk mengatasi masalah terorisme internasional dan ekstrimisme. Bahkan Trump akan mencabut dukungan Amerika terhadap kelompok oposisi Suriah.

"Saya punya pandangan berbeda dengan orang lain mengenai Suriah. Saya akan lebih mengutamakan fokus memerangi ISIS di Suriah dan mengusirnya dari Suriah," katanya seperti dilansir The Telegraph, Selasa, (15/11). Amerika, ujar Trump, akan memberikan dukungan kepada Rusia dan bekerjasama untuk menghancurkan ISIS di Suriah. Ia juga tak akan berupaya menurunkan Presiden Bashar Assad dari kedudukannya.

Rencana Trump akan membuat hubungan Amerika dan Inggris mengalami krisis sebab Inggris ingin Assad dijatuhkan dari Pemerintah Suriah. Pejabat Pemerintah Inggris mengatakan, Inggris akan mengalami kesulitan berbicara dengan Presiden Amerika terpilih Donald Trump sebab ia ingin berbalik arah mendukung Rusia bukan mendukung kelompok oposisi di Suriah.

Sinyal buruk hubungan antara Amerika dan Inggris diterima ketika Trump mengatakan, ia akan mencabut dukungan terhadap kelompok oposisi Suriah. Ia juga mengucapkan terima kasih banyak kepada Presiden Rusia Vladimir Putin karena telah mengiriminya surat yang indah. "Sangat indah dan menyenangkan jika Amerika dan Rusia berdampingan dan bekerjasama menghancurkan ISIS," kata Trump.

Kebijakan Trump tersebut sangat berlawanan dengan kebijakan Perdana Menteri Inggris Theresa May. Kebijakan Trump berpotensi membuat hubungan Inggris-Amerika renggang. "Rezim Assad merupakan rezim yang berbahaya dan menimbulkan kekerasan jangka panjang. Masa depan Suriah harus tanpa Assad," ujar May.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement