Rabu 07 Dec 2016 02:48 WIB

Mesir Bongkar Jaringan Perdagangan Organ Manusia Terbesar

Perdagangan manusia (ilustrasi).
Foto: Foto : Mardiah
Perdagangan manusia (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, KAIRO -- Pemerintah Mesir berhasil membongkar jaringan internasional perdagangan organ manusia terbesar. Setidaknya ada 45 orang ditahan serta jutaan dollar AS disita setelah aparat setempat melakukan penggerebekan pada Selasa (6/12) dini hari.

Kementerian Kesehatan setempat mengatakan pelaku kejahatan terdiri dari dokter, perawat, juru hubung dan pembeli. Kementerian Kesehatan menilai komplotan tersebut adalah jaringan terbesar perdagangan bagaian tubuh manusia, yang dibongkar di Mesir sejauh ini.

"Pelaku memanfaatkan keadaan ekonomi sejumlah warga Mesir, melanggar hukum, untuk mendapatkan keuntungan besar menjual organ untuk pasien, yang membutuhkan donor," tambahnya.

Dikatakannya, penyelidikan itu dilakukan Kementerian Kesehatan dan badan antikorupsi, Otoritas Pengawasan Administrasi. Mereka fokus menyasar rumah sakit swasta, pusat kesehatan berizin dan tidak yang diduga sering menjadi lokasi transaksi organ.

Sejumlah dokter yang ditahan bekerja di lembaga ternama, diantaranya fakultas kedokteran Universitas Kairo dan Ain Sham, dua institusi pendidikan tinggi terbesar di Mesir.

Penjualan organ dilarang di Mesir, tetapi kemiskinan memaksa sejumlah warga menjual jaringan tubuhnya ke pembeli asing dalam transaksi ilegal.

Pemberitaan media tahun ini menunjukkan pedagang organ menyasar pengungsi dari Afrika yang putus asa ingin mendapat uang untuk membiayai perjalanan mereka ke Eropa via perahu. Namun, laporan itu belum dapat dibuktikan.

sumber : antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement