Selasa, 18 Muharram 1441 / 17 September 2019

Selasa, 18 Muharram 1441 / 17 September 2019

Kakinya Dicium Paus Fransiskus, Ini Komentar Pengungsi Suriah

Selasa 13 Des 2016 19:21 WIB

Red: Nasih Nasrullah

Muhammad al-Halaby

Muhammad al-Halaby

Foto: al-arabiya.net

REPUBLIKA.CO.ID, Masih ingatkah Anda saat Paus Fransiskus mencium kaki sejumlah pengungsi Suriah dengan berbagai latar belakang agama pada ritual Kamis Suci, Maret lalu. 

Dalam kesempatan tersebut, Paus Francis mengingatkan semua orang, bahwa semua manusia, baik umat Muslim, Kristen maupun Hindu adalah umat Tuhan. Paus juga menyerukan persaudaraan di tengah meningkatnya sentimen anti-Muslim.

Satu di antara pengungsi Muslim tersebut adalah Muhammad al-Halaby. Remaja 23 tahun dari Damaskus ini, menuturkan kisahnya pertama kali ke al-Arabiya

Muhammad mengalami masa-masa sulit sebagai pengungsi saat ini di Polandia. Tiap bulannya ia hidup dengan biaya 92 euro per bulannya.  

“Saya keluar dari neraka perang Suriah dan wajib militer. Namaku termasuk DPO oleh rezim Suriah. Saya ingin mencari kehidupan yang lebih baik,” tuturnya seperti dikutip dari al-Arabiya. 

Muhammad pernah singgah di Yordania, Sudan, dan Libya. Selama berada di Libya, ia tinggal di Kota Sabrata dan bekerja di pabrik roti. 

Sampai akhirnya ia mendapat ancaman dan intimidasi dari para milisi Libya dan terpaksa hengkang menuju Italia.  

“Saya berada di lautan selama dua hari dan harus membayar 1200 dolar AS agar sampai ke Italia,” katanya. 

Muhammad mengungkapkan, namnya terpilih sebagai peserta dalam ritual itu, berkat penunjukkan ketua Kamp Pengungsia Uxallum. 

“Tak bisa saya gambarkan rasa bahagia saya. Apalagi saya Muslim. Ini adalah wujud rendah hati yang luar biasa dari simbol yang disucikan dalam Kristen,” paparnya. 

Kendati demikian, Muhammad mengaku pertemuannya dengan Paus tersebut tak berdampak signifikan terhadap nasibnya. Dia tidak juga kunjung menerima bantuan dan mendapatkan pekerjaan. 

“Saya hidup dengan kondisi sulit tanpa kerja dan nihil pendapatan,” paparnya. Upayanya mengajukan permohanan ke Italia pun belum berhasil hingga akhirnya, dia dideportasi ke Polandia. 

Dalam ritual Kamis Suci itu, selain Muhammad, Paus mencium dan membasuh kaki 10 pengungsi lainnya. Mereka terdiri dari dua Muslim dari Mali dan Pakistan, seorang Hindu dari India, tiga perempuan Koptik dari Eriteria, dan empat Katolik dari Nigeria. 

   

 

 

 

 

 

 

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA