Senin 19 Dec 2016 19:03 WIB

Polusi Udara Cina 100 Kali di Atas Batas Maksimal WHO

Polusi udara di Beijing, Cina
Foto: EPA
Polusi udara di Beijing, Cina

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING --  Kadar polusi udara sebuah kota di Cina utara melebihi batas maksimal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebanyak 100 kali, Senin (19/12). Pemerintah setempat berusaha mengatasi kualitas udara buruk selama tiga hari berturut-turut.

Jumlah polusi mikro berukuran 2,5 mikrometer (PM 2,5) di Shijiazhuang, ibu kota Provinsi Hebei dikabarkan mencapai 1.000 mikrogram per meter kubik, kata kantor berita pemerintah Xinhua. Padahal batas maksimal yang ditetapkan WHO hanya 10 mikrogram.

Sementara itu di kota terdekat, Tianjin, otoritas terkait telah menunda puluhan penerbangan di hari kedua serta menutup seluruh jalan setelah asap menyelimuti kota pelabuhan itu. Setidaknya lebih dari 40 kota di wilayah timur laut Cina menghadapi masalah pencemaran udara.

Kadar PM 2,5 di Tianjin mencapai 334 mikrogram per meter kubik pada pukul empat sore waktu setempat, kata otoritas perlindungan lingkungan hidup daerah. Jumlah PM 2,5 di Beijing mencapai 212 mikrogram per kubik.

Sebanyak 22 kota, akhir pekan lalu menerbitkan status siaga, diantaranya termasuk wilayah penghasil besi, Kota Tangshan, Hebei dan penghasil batu bara di Jinan, Provinsi Shandong. Status merah atau siaga adalah peringatan tertinggi untuk tingkat bahaya pencemaran udara.

Peringatan itu disiarkan setelah Indeks Kualitas Udara (AQI) memprediksi kadar tersebut akan melebihi batas sebanyak 200 kali dalam empat hari berturut-turut, atau 300 kali untuk lebih dari dua hari atau 500 kali pada 24 jam terakhir. AQI adalah metode perhitungan berbeda dari PM 2,5.

Status siaga polusi menjadi cukup umum untuk beberapa wilayah industri di Cina utara, khususnya selama musim dingin saat permintaan atas listrik yang banyak dipenuhi batu bara cukup tinggi. Pengamatan AQI di tujuh kota Hebei menunjukkan kadar polusi melebihi batas di kisaran 400, Senin. Bahkan Shijiazhuang dan dua kota lainnya melampaui batas di level 500.

Kadar polusi yang nilainya di atas 300 dianggap berbahaya oleh Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat. Pusat Meteorologi Nasional memperingatkan melalui lamannya, Senin, pencemaran udara saat ini akan berdampak ke 10 provinsi, termasuk Beijing, Tianjin, hingga ke wilayah selatan di Jiangsu dan Anhui.

sumber : Antara

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement