Selasa 10 Jan 2017 09:58 WIB

Ini Sosok Kuat Pengganti Ayatollah Ali Khamenei

Rep: Fira Nursya'bani/ Red: Teguh Firmansyah
Ebrahim Raisi.
Foto: The Iran Project
Ebrahim Raisi.

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Ebrahim Raisi, seorang ulama konservatif berusia 56 tahun yang tidak banyak dikenali, diam-diam muncul sebagai calon kuat pemimpin tertinggi Iran berikutnya.

Raisi adalah pengelola Astan Quds Razavi, salah satu badan amal cukup besar dan organisasi yang bertanggung jawab atas tempat suci di Iran. Ia diyakini sedang dipersiapkan untuk menggantikan Ayatollah Ali Khamenei yang kini berusia 77 tahun.

Masa kepemimpinan Khamenei, yang telah berlangsung lebih dari seperempat abad, hanya akan berakhir ketika ia wafat. Namun, kematian mendadak Ayatollah Hashemi Rafsanjani, pada Ahad (8/1) lalu, menghidupkan kembali spekulasi tentang pergantian pemimpin tertinggi, sebab pada 2014 Khamenei dilaporkan menjalani operasi prostat.

Rafsanjani, yang akan dimakamkan pada Selasa (10/1), merupakan salah satu kekuatan politik terbesar di Iran. Meskipun pengaruhnya telah berkurang dalam beberapa tahun terakhir karena bergeser ke reformis, ia dianggap masih memiliki pengaruh kuat dalam mengajukan calon yang lebih moderat untuk menggantikan Khamenei.

Dalam sebuah wawancara surat kabar pada Juni lalu, Rafsanjani mengungkap ada beberapa orang yang telah lulus uji oleh dewan ahli untuk menjadi pemimpin tertinggi Iran berikutnya. Akan tetapi, belum ada konfirmasi resmi mengenai pernyataan tersebut.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement