Monday, 22 Safar 1441 / 21 October 2019

Monday, 22 Safar 1441 / 21 October 2019

Sejarah Hari Ini: Kongres AS Izinkan Perang dengan Irak

Kamis 12 Jan 2017 08:41 WIB

Rep: Fira Nursya'bani/ Red: Ani Nursalikah

Tentara AS di Baghdad,Irak.

Tentara AS di Baghdad,Irak.

Foto: AP/Maya Alleruzzo

REPUBLIKA.CO.ID, Pada 12 Januari 1991, Kongres Amerika Serikat (AS) memutuskan mengizinkan penggunaan kekuatan militer terhadap Irak untuk mengakhiri pendudukan di Kuwait. PBB memberi batas waktu hingga 15 Januari kepada Presiden Irak Saddam Hussein untuk menarik pasukannya dari Kuwait atau terpaksa menghadapi aksi militer AS.

Keputusan kongres diambil setelah melewati perdebatan panjang selama tiga hari. Ini adalah keputusan pertama Kongres untuk menyetujui aksi militer sejak resolusi Teluk Tonkin pada 1964 di awal Perang Vietnam.

Kongres memberikan satu syarat sebelum AS diizinkan menggunakan kekuatan militer, yaitu jika semua cara diplomatik telah digunakan dan tidak membuahkan hasil. Kongres juga akan menarik dukungannya jika perang menjadi berkepanjangan dan menimbulkan banyak korban.

Presiden George W Bush menyambut baik keputusan kongres dan mengatakan hal itu akan menjadi kesempatan terbaik dan terakhir untuk menciptakan perdamaian. Ia menegaskan, Irak tidak bisa meremehkan batas waktu yang ditetapkan hingga 15 Januari.

AS juga telah memperoleh izin dari Inggris dan Arab Saudi serta Mesir, untuk melancarkan serangan terhadap Irak. Menteri Luar Negeri Inggris Douglas Hurd membenarkan informasi itu saat ia sedang berada di Abu Dhabi.

"Dia (Saddam) akan dipaksa keluar. Kami sepakat dengan keputusan ini. Tidak ada alasan untuk penundaan," ujar Hurd, dikutip BBC.

Pada menit-menit terakhir upaya menghindari perang, Sekretaris Jenderal PBB Javier Perez de Cuellar, tiba di ibu kota Irak, Baghdad pada 15 Januari 1991. Ia membawa lima poin perdamaian yang telah disahkan oleh Menteri-Menteri Luar Negeri Dewan Eropa.

Cuellar bertemu Menteri Luar Negeri Irak Tariq Aziz dan bertemu Saddam Hussein keesokan harinya. Namun, batas waktu yang diberikan terhadap Irak telah habis dan persiapan perang semakin dekat.

Irak tetap menolak mematuhi upaya diplomasi PBB untuk menarik pasukannya dari Kuwait. Pada 16 Januari 1991, Operasi Desert Storm oleh militer AS dimulai dengan pengeboman udara yang menghancurkan Baghdad.

Selanjutnya: Gempa Bumi Tujuh SR Hancurkan Haiti

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA