Jumat, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Jumat, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Sejarah Hari Ini: Kongres AS Izinkan Perang dengan Irak

Kamis 12 Jan 2017 08:41 WIB

Rep: Fira Nursya'bani/ Red: Ani Nursalikah

Tentara AS di Baghdad,Irak.

Patung Sphinx dan Piramida Giza di Mesir (ilustrasi).

Foto:

Mesir Perbaiki Piramida Agung

Pada 12 Januari 1984, Pemerintah Mesir melakukan perbaikan Piramida Agung di Giza, Kairo, yang diawasi oleh panel internasional. Perbaikan menghadapi berbagai kesulitan karena teknik konstruksi modern tidak mendukung metode yang digunakan masyarakat Mesir kuno.

Beberapa struktur tertua buatan manusia ini telah menunjukkan tanda-tanda kerusakan sejak awal 1980-an. Perbaikan awal berhasil dimulai dari Sphinx yang berusia 4.600 tahun pada 1981.

Namun, perbaikan piramida tidak serta-merta berhasil karena semen modern justru menyebabkan batu menjadi retak. Perbaikan juga tidak bisa menggunakan mortir, sehingga harus mengadopsi sistem interlocking blocks, seperti pembangunan piramida asli.

Dilansir dari History, masyarakat Mesir kuno telah membangun hampir 100 piramida dalam kurun waktu lebih dari satu milenium. Piramida berfungsi sebagai ruang pemakaman untuk para raja-raja.

Tiga piramida besar terletak di Giza yang dibangun oleh Raja Khufu, anaknya, dan cucunya, pada dinasti Keempat. Piramida terbesar, yang dikenal sebagai Piramida Agung, merupakan satu-satunya "Tujuh Keajaiban Dunia" dari zaman kuno yang masih bertahan hingga saat ini.

Piramida Agung dibangun dengan 2,3 juta blok batu dan berdiri setinggi hampir 50 tingkat. Dasarnya membentuk persegi hampir sempurna dengan sisi-sisi yang sejajar.

Ruang pemakaman di dalam piramida dibangun dari batu granit besar. Diyakini pembangunan piramida dilakukan selama 20 tahun dan melibatkan lebih dari 20 ribu pekerja, tukang roti, tukang kayu, dan operator air.

Selain untuk menyimpan jenazah raja yang telah menjadi mumi, bagian dalam piramida juga banyak di simpan barang-barang berharga milik sang raja. Piramida telah menjadi sasaran perampok makam bahkan sebelum para arkeolog sempat mempelajarinya pada abad ke-17.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA