Rabu 18 Jan 2017 17:31 WIB

Dinas Cuaca Provinsi Cina Diminta Hentikan Peringatan Dini Asap

Lapangan Tiananmen, Cina yang tertutup asap polusi pekat
Foto: The Guardian
Lapangan Tiananmen, Cina yang tertutup asap polusi pekat

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Pihak berwenang Cina meminta sebuah provinsi mematikan sistem peringatan dini asap mereka untuk menghindari ketidakselarasan antara kementerian lingkungan dan badan cuaca, media nasional melaporkan pada Selasa malam (17/1).

Setelah mengalami perang melawan polusi selama hampir tiga tahun, sejumlah wilayah di bagian utara Cina diselimuti asap tebal pada Tahun Baru, dengan tingkat polusi berbahaya di beberapa kota besar seperti Beijing, Tianjin dan Xian yang menyebabkan orang-orang enggan keluar ruangan.

Pihak berwenang Cina menggunakan sistem peringatan berwarna untuk memberi peringatan kepada perusahaan, sekolah dan orang-orang atas tingkat polusi yang ada, dan mencoba untuk melawan asap itu dengan cara membatasi jumlah produksi pabrik dan melarang penggunaan mobil-mobil lama di jalanan.

Keakuratan dan penggunaan sistem itu menjadi fokus perbincangan publik, dan masyarakat biasanya mempertanyakan lewat internet atas perbedaan sejumlah peringatan yang dikeluarkan oleh beberapa pihak berwenang Cina di wilayah yang berbeda. Sebuah gambar pemberitahuan dari pihak berwenang peramal cuaca ibu kota provinsi meminta lembaga serupa di beberapa kota untuk segera mencabut peringatan dini asap, tanpa menyebutkan wilayah mana saja. Pemberitahuan itu dibagikan secara luas di laman Weibo pada Selasa.

The Paper, sebuah media dalam jaringan yang berada di bawah grup media Shanghai United yang didukung oleh pemerintah, mengonfirmasi adanya pemberitahuan itu, yang dikeluarkan oleh seorang pejabat anonim dari Lembaga Meteorologi Nasional Cina. Pemberitahuan itu sebenarnya merupakan memo internal dan bukan untuk disebarkan secara publik, pejabat itu mengatakan kepada The Paper, menambahkan itu dikeluarkan karena terdapat sejumlah insiden sebelumnya dimana lembaga meteorologi dan kementerian perlindungan lingkungan sering mengeluarkan informasi yang berbeda terkait kondisi asap.

Pihak berwenang setempat diperbolehkan untuk tetap mengeluarkan peringatan asap dengan kewenangan yang dikurangi, pemberitahuan itu menyebutkan. Lembaga Meteorologi Nasional menolak berkomentar saat diminta komentarnya oleh Reuters.

Perintah itu telah menuai kritikan dari para pengguna internet yang menanyakan mengapa pihak berwenang cuaca tidak diperbolehkan untuk mengeluarkan peringatan polusi. "Lembaga meteorologi melawan kementerian perlindungan lingkungan dan kalah," Institut Meteorologikal Nanjing mengatakan dalam akun Weibo resmi mereka.

"Jadi, peringatan dini asap, yang merupakan jenis bencana meteorologi, tidak dapat dikeluarkan oleh lembaga meteorologi," tambahnya.

Pada awal bulan ini, Beijing mengeluarkan peringatan asap terbesar mereka, yang memicu kekhawatiran dari mereka yang tinggal di kota. Serangkaian kondisi cuaca buruk yang menyelimuti kota, mengganggu penerbangan, kegiatan pelabuhan dan persekolahan, dikarenakan penggunaan batu bara sebagai penghangat saat musim dingin ini.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement