Jumat 03 Feb 2017 05:44 WIB

Imam AS Pimpin Pawai Menentang Xenofobia Trump

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Hazliansyah
Aksi unjuk rasa memprotes kebijakan Presiden AS Donald Trump yang melarang masuk imigran Muslim.
Foto: EPA/Tracie Van Auken
Aksi unjuk rasa memprotes kebijakan Presiden AS Donald Trump yang melarang masuk imigran Muslim.

REPUBLIKA.CO.ID, -- Seorang Imam di Amerika Serikat (AS) mengimbau masyarakat AS untuk menentang kebijakan Donald Trump yang dinilai anti terhadap Islam.

Omar Suleiman, presiden Institut Yaqeen untuk Penelitian Islam, menyampaikan hal tersebut melalui pidato yang berapi-api dihadapan para demonstran di Dallas, Texas. Suleiman menolak kebijakan larangan berkunjung bagi Muslim dan retorika xenofobia yang dilancarkan Trump.

“Kita lebih baik dari ini. Kita akan menunjukkan kepada Trump bahwa xenofobia tidak benar. Itu tidak akan terjadi,” kata Suleiman dikutip The New Arab, Kamis (2/2).

Menurut Suleiman, kebijakan Trump ini tidak hanya menyerang komunitas Muslim dan para imigran saja tetapi seluruh pihak yang ada di AS. Sebab, secara tidak sengaja Trump telah memobilisasi masyarakat untuk menciptakan mimpi terburuknya.

“Saya katakan kepada Anda bahwa Trump tidak akan pernah membuat saya membenci Anda. Dan sebaliknya, saya berharap tidak ada politisi yang akan membuat Anda membenci saya,” tambah Suleiman.

Tak lama setelah Trump menendatangani kebijakan larangan kunjungan Muslim ke AS, sebuah masjid di Texas dibakar. Pembakaran ini dikhawatirkan akibat dari Islamofobia yang menargetkan tempat ibadah.

Kelompok advokasi bahkan mencatat telah terjadi lonjakan kejahatan kebencian sebesar 67 persen sejak Trump memenangkan pemilihan presiden pada November lalu.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement