Kamis 23 Mar 2017 14:24 WIB

ICRC: Dunia Cuma Punya Waktu 3-4 Bulan Selamatkan Krisis Kelaparan

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Agus Yulianto
Anak kelaparan di Mogadishu, Somalia.
Foto: AP
Anak kelaparan di Mogadishu, Somalia.

REPUBLIKA.CO.ID, GENEVA -- International Committee of the Red Cross (ICRC) mengingatkan negara-negara di dunia, kalau cuma ada waktu 3-4 bulan untuk menyelamatkan krisis kelaparan di Yaman dan Somalia. Krisis kelaparan itu sebagai dampak dari perang dan telah menahan bantuan kemanusiaan melintasi penjagaan. Padahal, jutaan orang di kedua wilayah itu, saat ini, menderita kelaparan.

Dilansir dari Gulf Today, Kamis (23/3), ICRC mencatat, dibutuhkan sekitar 300 juta dolar bantuan, untuk bisa dikirim melalui Sudan Selatan dan Nigeria. Hal itu disampaikan Direktur Operasional Dunia ICRC, Dominik Stillhart, kepada Geneva News Briefing. "Kita mungkin cuma punya tiga sampai empat bulan jika ingin menghindari skenario terburuk," kata dia.

Stillhart mengatakan, saat ini, seperti ada badai sempurna karena selain konflik berkepanjangan yang tumpang tindih, diperburuk dengan bencana alam. Terutama, kekeringan di ujung Afrika yang mengarah ke situasi yang tengah kita hadapi sekarang.

Sebelumnya, lebih dari 20 juta orang menghadapi kelaparan di Yaman, Somalia, Sudan Selatan, dan timur laut Nigeria. Bahkan, ICRC menyebutkan, kalau kolera, yang dapat mematikan bagi anak-anak, telah mengalami peningkatan yang tajam di Nigeria.

ICRC menyerukan bantuan kemanusiaan senilai 40 juta dolar untuk operasi di empat negara tersebut tahun ini, dan sejauh ini baru menerima sekitar 100 juta dolar. Sedangkan, PBB telah meminta dana bantuan 5,6 miliar dolar yang jika ditotal dana yang dibutuhkan sekitar 6 miliar dolar.

"Ada kebutuhan signifikan dan tentu saja ada kekhawatiran serius untuk bisa mengumpulkan dana dengan cepat, demi menghindari apa yang saya sebut kelaparan skala besar," ujar Stillhart.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement