Senin 27 Mar 2017 02:50 WIB

Marah dengan Zionis, Hamas Tutup Perbatasan Gaza-Israel

Rep: Fuji Pratiwi/ Red: Teguh Firmansyah
Anggota Hamas.
Foto: Al Arabiya
Anggota Hamas.

REPUBLIKA.CO.ID, GAZA CITY -- Kementerian Dalam Negeri Palestina menutup perbatasan Palestina di Beit Hanoun (Erez) untuk mencegah kaburnya pelaku pembunuhan pejuang senior Hamas Mazen Fuqahaa (35 tahun) Jumat lalu. Hamas menuding Israel ada di balik insiden itu.

Juru bicara Kementerian Dalam Negeri di Gaza, Iyad al-Buzm menyatakan Gerbang Erez akan ditutup hingga batas waktu yang belum ditentukan. Gerbang Erez merupakan akses tunggal bagi warga Gaza dan Israel keluar masuk kedua wilayah.  Seperti dilansir Maan News, akhir pekan lalu, penutupan Gerbang Erez hanya dilakukan Pemerintah Palestina karena alasan khusus.

Al-Buzm mengatakan, pihaknya akan mengizinkan pekerja kemanusiaan asal Palestina untuk masuk ke Gaza setelah mereka menyelesaikan tugas. Namun, ia tak menjanjikan pekerja kemanusiaan itu bisa melewati kembali perbatasan keluar Gaza pada masa penutupan perbatasan ini.

Seiring itu, pengamanan di Gaza ditingkatkan untuk mencegah kaburnya pelaku penembakan Fuqahaa. Keamanan Palestina juga nampak menyusuri pesisir Gaza.

Sementara itu, Gerbang Rafah yang menghubungkan Gaza dengan Mesir juga masih tertutup. Satu-satunya perbatasan Gaza-Israel yang masih buka adalah perbatasan Kerem Shalom (Karm Abu Salem). Namun perbatasan ini hanya untuk aliran komoditas.

Di sisi lain, Israel juga menginstruksikan agar petani tak mendekati lahan mereka di dekat perbatasan. Meski begitu, juru bicara militer Israel mengaku tak bisa mengkonfirmasi laporan ini.

Baca juga, Ini Sosok Pemimpin Baru Hamas di Jalur Gaza.

Petinggi senior Hamas Mahmoud Al-Zahar mengatakan Hamas tak akan mengumumkan rencana mereka merespon kejadian ini. Namun, darah warga Gaza tak boleh tumpah sia-sia, apalagi untuk kejadian sebesar ini. ''Ini masalah keamanan yang tak bisa kami sampaikan. Tapi tentu, Israel harus dihukum,'' kata al-Zahar seperti dikutip Aljazirah, Ahad (26/3).

Penutupan perbatasan ini berlangsung pascapejuang senior Hamas Mazen Fuqahaa ditembak mati orang tak kenal pada Jumat (24/3) malam saat memasuki sebuah permukiman di selatan Gaza. Hamas menyebut pelaku penembakan bekerja sama dengan Israel. Hamas sendiri diminta membuktikan tudingan itu.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement