Selasa 28 Mar 2017 09:12 WIB

Wapres AS Ungkit Lagi Ide Perpindahan Kedutaan ke Yerusalem

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Bilal Ramadhan
Presiden AS Donald Trump berbincang dengan wakil presiden Mike Pence dalam upacara inagurasi di Gedung Capitol, Washington DC, Jumat (20/1).
Foto: AP Photo/Andrew Harnik
Presiden AS Donald Trump berbincang dengan wakil presiden Mike Pence dalam upacara inagurasi di Gedung Capitol, Washington DC, Jumat (20/1).

REPUBLIKA.CO.ID, YERUSALEM -- Wakil Presiden AS Mike Pence, menghidupkan lagi pembicaraan kemungkinan AS memindahkan kedutaan dari Tel Aviv ke Yerusalem. Ia mengklaim, Presiden Trump serius mempertimbangkan persoalan ini.

Dilansir dari Al Arabiya, selama kampanye 2016 lalu Donald Trump kerap mengangkat ide perpindahan Kedubes AS ke Yerusalem. Tapi, isu yang sempat menuai perdebatan itu tampak hilang, sebelum diangkatlagi oleh Wakilnya Pence.

"Presiden AS telah memberikan pertimbangan serius untuk memindahkan Kedubes AS dari Tel Aviv ke Yerusalem," kata Pence saat memberi sambutan di depan AIPAC yang merupakan kelompok lobi pro-Israel di AS.

Bahkan, Senat AS mengklaim kalau Presiden Trump sudah menunjuk Dubes AS untuk Israel, David Friedman, untuk memipin perpindahan Kedubes AS ke Yerusalem. Sedangkan, Friedman sendiri banyak dikenal sebagai sekutu Israel.

Relokasi ini sangat ditentang banyak sekutu AS, terlebih Yerusalem merupakan ibu kota Palestina. Namun, AS melihat status akhir Yerusalem seharusnya ditentukan melalui negosiasi langsung, Israel dan Palestina.

Padahal, jika AS memindahkan kedutaannya, itu akan menjadi pengakuan eksplisit kalau Yerusalem merupaka milik Israel. Tentu, kondisi itu berpotensi menghancurkan perundingan damai Israel dan Palestina.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement