Kamis 30 Mar 2017 21:02 WIB

Ada Nama-Nama Baru dalam Kasus Pembunuhan Kim Jong-nam

Red: Ilham
Siti Aisyah, tersangka pembunuhan Kim Jong-nam.
Foto: EPA
Siti Aisyah, tersangka pembunuhan Kim Jong-nam.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Arrmanatha Nasir menyebutkan, ada nama-nama baru yang diduga terlibat dalam pembunuhan saudara tiri pemimpin Korea Utara, Kim Jong-nam, yang dapat membantu proses pembelaan hukum terhadap Siti Aisyah di Malaysia. "Dari hasil pertemuan tim pengacara dengan Siti Aisyah diketahui ada nama-nama baru yang dipandang terlibat dalam kasus itu, maksudnya yang bisa membantu pembelaan Siti Aisyah," kata Arrmanatha di Jakarta, Kamis (30/3).

Menurut dia, nama-nama baru yang diduga terlibat dalam pembunuhan Kim Jong-nam itu akan diperiksa dan diselidiki lebih dalam untuk membantu menyusun langkah-langkah pembelaan hukum bagi Siti Aisyah. "Selama ini kan diketahui ceritanya bahwa dia bertindak sendiri, maka nama-nama ini yang akan menguatkan cerita Siti Aisyah," ujar dia.

Arrmanatha mengatakan, sejauh ini Siti Aisyah sudah bertemu sebanyak lima kali dengan tim pengacara dan tim perlindungan warga negara Indonesia (WNI) dari KBRI Kuala Lumpur. "Siti Aisyah masih dalam keadaan baik dan sehat. Secara mental tidak terpengaruh situasi ini dan cukup tabah dalam menghadapi persoalan ini," kata dia.

Siti Aisyah akan menjalani sidang lanjutan di Malaysia pada 13 April. Sidang tersebut akan menentukan cukup atau tidaknya bukti yang dimiliki oleh Kepolisian Malaysia untuk melanjutkan proses persidangan ke tahap selanjutnya.

Sebelumnya, Siti Aisyah ditangkap bersama seorang warga Vietnam oleh Polisi Diraja Malaysia setelah diduga terlibat dalam pembunuhan Kim Jong-nam, saudara tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong-un. Siti mengaku sedang turut serta dalam acara komedi televisi dengan berperan membekap seseorang secara mengejutkan di Bandara Internasional Kuala Lumpur 2. Orang yang bekap Siti adalah Kim Jong-nam yang kemudian tewas karena terpapar racun saraf VX, berdasarkan keterangan Kepolisian Malaysia.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement