REPUBLIKA.CO.ID, MELBOURNE -- Kematian sebagai bagian dari kehidupan tidak dapat dihindari. Tapi ini merupakan salah satu topik yang dianggap tabu oleh warga Cina dan banyak berusaha tidak membicarakannya.
Namun di awal April dalam tradisi Cina ada Festival Qing Ming (atau di Indonesia disebut Ceng Beng), tradisi membersihkan makam leluhur atau sanak keluarga yang sudah meninggal. Selain dibersihkan, makam itu akan dihiasi dengan bunga atau barang-barang lain seperti makanan.
Derek Chan berasal dari Hong Kong. Dia telah bekerja pada industri pemakaman di Melbourne selama lebih dari satu dekade.
Dalam penjelasannnya kepada Australia Plus, seiring dengan semakin banyaknya warga Cina yang menetap di Australia, permintaan untuk pelayanan pemakaman yang disesuaikan dengan budaya warga Cina semakin meningkat. "Banyak migran Cina membawa serta orang tua mereka. Setelah 10 tahun atau lebih, orang tuanya akan meninggal dunia jika mereka memiliki kesehatan yang buruk.
Orang-orang yang meninggal yang ditangani oleh Derek terbagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama kebanyakan anak dan keluarga mereka sudah menetap di Australia, sehingga mereka lebih memilih acara pemakaman dilakukan di Australia dam dan kerabat mereka dimakamkan di Australia.
Kelompok lainnya umumnya adalah wisatawan yang meninggal dalam kecelakaan lalu lintas atau karena penyebab tak terduga lainnya. Jasad orang-orang ini biasanya akan dipulangkan kembali ke Cina. Di Australia, jasa pemakaman dapat disesuaikan dengan kelompok etnis atau agama.
"Ada banyak jenis layanan pemakaman bagi warga Cina," kata Derek. "Mereka akan menyembah Dewa, membakar dupa dan melakukan ritual untuk melindungi jiwa orang yang sudah meninggal."
"Ada pemakaman dengan cara Budha juga. Kami akan mengeluarkan meja untuk Patung Buddha dan meja lain untuk gambar orang yang meninggal. Orang-orang Cina menghargai penyembahan jiwa yang sangat banyak."
"Mereka akan melakukan ritual tiga kali berlutut dan sembilan kali bersujud {kow tow}.”
Ritual yang dilakukan dengan cara berlutut dan menyentuhkan dahi Anda di lapangan ini untuk menunjukkan tingkatan paling tinggi dalam menghormati sepenuhnya orang yang telah meninggal.
"Jika itu adalah pemakaman penganut agama Tao, seperti Taoisme cara Hong Kong, orang akan melakukan ritual mematahkan neraka (break the hell), menyeberangi jembatan (cross the bridge), panggung altar (stage an altar) dan memimpin jiwa (lead the soul)," katanya.
Sekali lagi ini adalah ritual pemakaman untuk memastikan orang yang sudah meninggal bisa melakukan perjalanan yang aman menuju ke alam baka. Pada pemakaman warga Cina, tutup peti mati ini akan dibuka sehingga keluarga dan tamu dapat melihat penampilan terakhir dari almarhum, yang disebut untuk mengantarkannya terakhir kali dalam perjalanan hidupnya.
"Ketika pemakaman selesai dan peti mati dibawa ke dalam mobil jenazah, ini adalah saat dimana para anggota keluarga akan menangis," kata Derek.
"Sanak keluarga ini akan begitu sedihnya sehingga mereka akan menangis sejadi-jadinya untuk menunjukkan perasaan kehilangan."
Menurut tradisi, pemakaman Cina biasanya akan berakhir sebelum pukul satu siang.
Kremasi atau penguburan?
Orang Cina dahulu meyakini jika seseorang meninggal, ia harus dikubur sebagai satu tubuh utuh, yang artinya ia dapat kembali menjadi bagian dari tanah dan beristirahat dalam damai. Namun menurut Derek, banyak orang Cina di Australia saat ini sebenarnya lebih suka kremasi daripada penguburan karena dua alasan.
"Di satu sisi, orang [telah] mengubah pikiran mereka. Di sisi lain, kremasi lebih ekonomis daripada pemakaman. Mereka mungkin ingin abu mereka nantinya di laut atau dikubur."
Harga pemakaman untuk abu jauh lebih murah daripada untuk dimakamkan ... [biayanya] bisa kurang dari setengah tergantung pada jenis peti mati atau lokasi makam yang anda pilih.”
Berapa banyak biaya pemakaman?
Sekarang ini semakin banyak warga di Australia membeli kuburan mereka sendiri sebelum kematiannya. Karena peraturan yang ketat, harga makam cukup sangat terjangkau. Biaya rata-rata pemakaman kurang dari 10 ribu dolar AS atau sekitar Rp 101 juta, dan di Victoria dibeli untuk digunakan selamanya.
"Orang-orang Cina akan memperhatikan feng shui ketika memilih pemakaman," kata Derek. "Sebuah makam dengan feng shui yang baik biayanya akan lebih mahal. Seluruh proses termasuk pemakaman dan penguburan akan menelan biaya rata-rata sekitar 40 ribu-50 ribu dolar AS (Rp 400 – Rp 500 juta).
Sikap terhadap kematian
Setelah menyaksikan ratusan pemakaman, Derek mengatakan Anda dapat mengetahui betapa berbedanya sikap terhadap kematian antara orang Barat dengan orang-orang Cina dari suasana di pemakaman. "Orang Barat akan berbicara tentang perayaan hidup, apa yang dilakukan oleh almarhum semasa hidupnya. Anda bahkan dapat mendengar orang tertawa di pemakaman. Mereka akan menampilkan kehidupan orang yang sudah meninggal dengan memainkan DVD tentang kehidupan mereka atau menampilkan medali atau piala mereka," katanya.
"Bagi orang-orang Cina, pemakaman adalah semua tentang kesedihan."
Namun masyarakat Cina juga telah mengadopsi beberapa kebiasaan pemakaman warga Australia. "Beberapa orang Cina akan memberikan eulogi (pidato yang berisi kenangan yang baik), hal yang masih langka di Hong Kong atau Cina Daratan. Ini adalah sesuatu yang mereka pinjam dari masyarakat Barat," kata Derek.
Di Australia Anda mungkin melihat pemakaman besar yang terletak tepat di tengah-tengah wilayah pemukiman. Hal ini tak terbayangkan di Cina di mana orang menganggap kuburan adalah tempat yang tidak beruntung yang pasti harus dihindari, dan mereka tidak menempatkan kuburan dekat dengan rumah-rumah penduduk.
Sementara pemakaman di Australia lebih seperti taman umum di mana orang pergi untuk mengunjungi kerabat almarhum. Orang mati dan hidup masih bisa berdampingan secara harmoni.
Artikel ini juga bisa dibaca dalam bahasa Mandarin .
Diterjemahkan pukul 10:25 AEST 6/4/2017 dan anda bisa melihat artikelnya dalam bahasa Inggris di sini

