Kamis 06 Apr 2017 20:33 WIB

Anzac Day, Australia Peringatkan Warganya Kemungkinan Serangan Teror di Turki

Rep: kamra dikarma/ Red: Budi Raharjo
Anzac Day
Foto: commons.wikimedia.org
Anzac Day

REPUBLIKA.CO.ID,CANBERRA -- Otoritas Australia dan Selendia Baru memperingatkan ratusan warganya yang akan bertolak ke Turki untuk menghadiri peringatan Anzac Day yang digelar pada 25 April. Peringatan diberikan karena mereka menerima informasi tentang akan adanya serangan teror dari kelompom ekstremis pada hari itu.

Anzac Day merupakan hari libur tahunan memperingati pendaratan di Gallipoli pada 25 April 1915. Hal itu merupakan aksi militer terbesar pertama oleh Australia dan Selendia Baru selama Perang Dunia I.

Menteri Urusan Veteran Australia Dan Tehan mewanti-wanti agar 500 warga Australia dan Selendia Baru yang telah terdaftar melakukan perjalanan ke Gallipoli agar ekstra hati-hati. Kendati demikian, ia tak menerangkan secara detail perihal ancaman serangan yang dimaksud.

Wakil Komisari Polisi Federal Australia Mike Phelan juga tak memberi komentar terkait potensi ancaman yang dimaksud. Yang jelas, kata dia, pemerintah Australia telah menerima informasi bahwa ada kemungkinan ekstremis akan melakukan aksi teror pada hari Anzac Day.

"Ini hanya bahwa teroris mungkin memang mencoba melakukan serangan selama perayaaan," ungkap Phelan seperti dilaporkan laman Belfast Telegraph, Kamis (6/4).

Tehan mengatakan saat ini pihaknya tengah menjalin koordinasi dengan pihak berwenang Turki terkait kemungkinan ancaman teror ketika Anzac Day. Hal itu dilakukan guna menyusun rencana keamanan selama perayaan berlangsung.

Selana dua tahun terakhir, kepolisian Australia mengaku telah menggagalkan serangan teror yang direncanakan pada perayaan Anzac Day di Australia. Pada 2015, kepolisian Melbourne menangkap lima remaja karena dicurigai terlibat ISIS dan merencanakan serangan pada hari Anzac Day.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement