Jumat 07 Apr 2017 09:17 WIB

Bertemu Presiden Cina, Trump Sampaikan Kekhawatiran AS

Rep: Debbie Sutrisno/ Red: Nidia Zuraya
Presiden AS Donald Trump dan Presiden Cina Xi Jinping.
Foto: AP Photo/File
Presiden AS Donald Trump dan Presiden Cina Xi Jinping.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Cina XI Jinping duduk bersama untuk makan malam pada pan-seared Dover Sole and New York strip steak, pada hari Kamis (6/4). Jamuan makan malam ini dilakukan sebelum keduanya berbicara mengenai kerja sama bilateral mengenai keamanan dan perdagangan.

Dilansir Reuters, Jumat (7/4), Presiden Trump mengatakan, pemerintah Amerika akan meningkatkan kekhawatiran atas praktek perdagangan dengan Cina. Selain itu, Xi Jinping diharap bisa berbuat banyak untuk mengendalikan ambisi nuklir Korea Utara. 

Trump menyebut, dalam jamuan makan malam ini, dirinya sudah berdiskusi cukup panjang. Trump melihat Amerika dan Cina bisa mengembangkan persahabatan dalam jangka panjang. Kedua negara dinilai memiliki hubungan sangat besar besar dan bisa maju secara bersamaan.

Trump dan Xi diharapkan untuk masuk ke diskusi yang lebih rinci mengenai isu-isu perdagangan dan kebijakan luar negeri, yang baru akan dibicrakan dimulai hari ini. 

Pada kampanye 2016, Trump telah berjanji untuk menghentikan pencurian pekerjaan oleh Cina. Hal ini terkait dengan banyaknya produk dari Cina yang masuk ke Amerika. Persoalan tersebut membuat Trump akan membangun sektor infrastruktur di Amerika Serikat.

"Kami telah diperlakukan tidak adil dan telah membuat perdagangan mengerikan dengan Cina selama bertahun-tahun. Itu salah satu yang akan kita bicarakan," kata Trump menjelang pertemuan dengan Xi.

Berbeda Kepribadian

Pertemuan antara dua petinggi ini menjadi perjumpaan yang memperlihatkan perbedaan keduanya. Trump yang rentan dengan kemarahan dan melontarkan cuitannya melalui Twitter. Sementara Xi adalah sosok yang terlihat lebih tenang, bahkan kehadirannya di media sosial tidak dikenal.

Yang mengkhawatirkan protokol dan petinggi Cina lainnya, yakni jika dalam pertemuan ini Trump justru mempermalukan Xi, setelah sejumlah pemimpin negara lain mengalami saat-saat canggung bertemu dengan Presiden AS yang baru.

"Kita ingin memastikan Xi tidak kehilangan muka. Itu menjadi prioritas utama bagi Cina," kata seorang pejabat Cina.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement
Advertisement