Kamis 13 Apr 2017 18:33 WIB

Jadi Ini Peristiwa 'Besar' yang Terjadi di Korut

Tentara Korea Utara berjalan di permukiman di sepanjang Ryomyong Street usai upacara pembukaan di Pyongyang, Korea Utara, 13 April 2017.
Foto: AP Photo/Wong Maye-E
Tentara Korea Utara berjalan di permukiman di sepanjang Ryomyong Street usai upacara pembukaan di Pyongyang, Korea Utara, 13 April 2017.

REPUBLIKA.CO.ID, PYONGYANG -- Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un resmi membuka Ryomyong Street di Pyongyang, Kamis (13/4). Pembukaan jalan baru itu ditandai dengan upacara pengguntingan pita yang dihadiri puluhan ribu warga dari seluruh negeri.

Proyek konstruksi skala besar tersebut kerap tampil di media pemerintah sejak dimulai lebih dari satu tahun lalu. Kedatangan Kim dan undangan bagi wartawan asing menandakan pentingnya hal tersebut bagi Korut.

Media harus melalui pemeriksaan keamanan ketat di People’s Culture Palace usai fajar sebelum dibimbing ke lokasi. Jurnalis tidak diizinkan membawa ponsel dan barang-barang standar lain ke lokasi upacara. Mereka hanya diizinkan membawa barang yang diperlukan untuk membuat laporan.

Bangunan pencakar langit di kawasan permukiman di Ryomyong Street yang dibuka pada 13 April 2017 di Pyongyang, Korea Utara. (AP Photo/Wong Maye-E)

Setelah dua jam, limusin Mercedes Kim Jong-un muncul dari timur, melewati monumen besar kakek dan ayahnya yang bertuliskan "Pemimpin besar Kim Il-sung dan Kim Jong-il akan selalu bersama kita."

Kim tidak memberi sambutan, tapi Perdana Menteri Pak Pong Ju memuji pembangunan itu dan menggambarkannya sebagai bukti kehebatan Korut. Dalam sambutannya, dia juga memuji kepemimpinan Kim.

Baca: Wartawan Asing di Korut Diminta Bersiap untuk Peristiwa ‘Besar'

Menurutnya, Kim mengikuti jejak kakek dan ayahnya dalam menyelesaikan proyek tersebut. Ryomyong Street merupakan proyek pembangunan properti besar terbaru di Pyongyang sejak Kim Jong-un berkuasa. Proyek ini menambah deretan gedung pencakar langit, seperti proyek Mirae di Scientist Street.

Proyek Ryomyong Street dimulai pada Maret 2016 dan upacara peletakan batu pertama dilakukan pada 3 April. Di jalan ini terdapat gedung pencakar langit 70 lantai, kedua tertinggi di Korut. Proyek ini juga, bagi sebagian besar rakyat Korut, menandakan pembangunan ekonomi negara.

"Dalam lima tahun Anda bisa menyaksikan perubahan. Ketika Anda bangun, Anda melihat hal yang berbeda. Ketika Anda tidur, Anda juga melihat hal berbeda. Kami warga Korut bekerja cepat dengan energi besar, dan kami telah membangun banyak gedung modern," kata kepala pabrik dari Provinsi Ryaggyang, Rim Duk Jae (58 tahun) kepada NK News, Kamis (13/4).

Mahasiswa Korea Utara saat berkumpul di Ryomyong Street yang baru dibuka di Pyongyang, Korea Utara, 13 April 2017. (AP Photo/Wong Maye-E)

Kim Jong-un tampak santai dan tenang saat berada di panggung dan saat pengguntingan pita. Bangunan di jalan tersebut menjadi bukti modernitas bangunan di Korut dengan banyaknya panel surya yang dipasang di gedung-gedung.

Kemunculan panel surya berukuran besar di jalan menunjukkan pemerintah mempromosikan penggunaan energi terbarukan. Yang juga jelas adalah bertambahnya pilihan toko bagi konsumen. Di antara toko-toko baru yang muncul adalah apotek, toko buah dan sayur dan restoran.

Upacara ini terjadi di tengah ketegangan di Semenanjung Korea. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement