Sabtu 22 Apr 2017 06:12 WIB

Korea Selatan Mulai Hilangkan Peredaran Uang Koin

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Indira Rezkisari
Uang won Korea
Foto: EPA
Uang won Korea

REPUBLIKA.CO.ID, SEOUL -- Korea Selatan (Korsel) berencana melakukan uji coba menghilangkan peredaran uang koin di masyarakat pada minggu ini. Bank sentral Korea Selatan Rabu lalu mengatakan, penghapusan itu bisa meningkatkan kenyamanan para warga dalam bertransaksi.

Mulai Kamis, (20/4), para pelanggan di beberapa toko tertentu tidak lagi menerima kembalian koin. Melainkan penambahan saldo pada kartu prabayar mereka, misalnya kartu transportasi.

Bank of Korea (BOK) menyatakan, dengan begitu masyarakat tidak perlu membawa uang koin. Cukup membawa uang kertas bila ingin membayar tunai.

Dilansir Yonhap News, Sabtu, (22/4), jika uji coba ini sukses, perbankan akan membolehkan uang kembalian langsung ditransfer ke rekening bank yang bersangkutan mulai tahun depan. Meski uji coba baru berjalan, namun berdasarkan hasil survei BOK, hampir dua pertiga masyarakat Negeri Ginseng mengaku tidak lagi membawa uang koin. Bahkan banyak yang mendukung upaya pemerintah untuk menghapus uang koin.

Langkah itu memang salah satu bentuk efisiensi negara. Pasalnya, biaya memproduksi koin lebih tinggi dibandingkan nilai logam sebenarnya. Menurut data BOK, pada 2016, negara telah mengeluarkan 53,7 miliar won atau sekitar Rp 640 miliar untuk memproduksi koin.

Rencana penghapusan uang koin pertama kali dicetuskan oleh salah satu pejabat Korsel bernama Cha Hyeon Jin. Menurutnya, dengan peniadaan koin, masyarakat Korsel ke depan berpotensi besar tidak tidak lagi menggunakan uang tunai sebagai alat bertransaksi atau cashless.

Advertisement
Berita Terkait
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement