Senin 01 May 2017 06:33 WIB

Pemerintah Saudi Tangkap 46 Tersangka Pelaku Bom Madinah 2016

Rep: Ahmad Islamy Jamil/ Red: Esthi Maharani
Kepulan asap hitam usai terjadi ledakan bom di luar lingkungan kompleks Masjid Nabawi, Madinah, Senin (4/7).
Foto: EPA/Saudi Press Agency
Kepulan asap hitam usai terjadi ledakan bom di luar lingkungan kompleks Masjid Nabawi, Madinah, Senin (4/7).

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH — Pemerintah Arab Saudi menahan 46 orang yang dicurigai sebagai anggota sebuah kelompok teroris yang bertanggung jawab atas serangan yang terjadi di dekat Masjid Nabawi, Madinah, tahun lalu.

“Hasil investigasi kami mengungkapkan, mereka (46 orang itu) terlibat langsung dalam kejahatan yang menargetkan jamaah di Masjid Nabawi,” ujar juru bicara Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi, Mayor Jenderal Mansour al-Turki, kepada wartawan, Ahad (30/4) kemarin, seperti dilansir laman Aljazirah.

Turki mengatakan, kelompok tersebut juga berada di belakang aksi bom bunuh diri yang terjadi di dekat Gedung Konsulat AS di Jeddah, tahun lalu. Baik serangan yang menyasar Masjid Nabawi maupun serangan di Gedung Konsulat AS, sama-sama berlangsung pada Juli 2016, di hari-hari terakhir bulan suci Ramadhan.

Pengeboman yang terjadi di luar area masjid Nabi Nabawi tahun lalu menewaskan empat petugas keamanan Saudi. Sementara, dua polisi lainnya mengalami luka cukup serius dalam insuden serangan terhadap Gedung Konsulat AS di Jeddah.

Turki menuturkan, 32 dari mereka yang ditangkap kemarin adalah warga Arab Saudi. Sementara, sisanya yang 14 lagi berasal dari negara yang berbeda-beda. Ada yang dari Mesir, Pakistan, Yaman, Afghanistan, Sudan, dan Yordania.

Pemerintah Arab Saudi sendiri sebelumnya telah mengidentifikasi pelaku serangan bom di Masjid Nabawi Madinah sebagai warga negara mereka. Sementara, pelaku bom di Gedung Konsulat AS di Jeddah ditengarai sebagai orang Pakistan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement